Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kisah Bertahannya Danau Burung di Tempirai

Kisah Bertahannya Danau Burung di Tempirai

kisah-bertahannya-danau-burung-di-tempirai
Kisah Bertahannya Danau Burung di Tempirai
service

Matahari di atas kepala, ketika Azizah (46) bersama satu anaknya, dua adiknya, dan dua keponakannya, mencari ikan di sebuah lebung kecil di wilayah Danau Burung, Minggu (2/7/26). Mereka menangkap ikan menggunakan tangan dan selembar waring. “Terakhir saya melebung di sini, sekitar 38 tahun lalu, saat masih anak-anak,” kata Azizah, sembari menunjukkan ikan tembakang (Helostoma temminckii) yang berhasil ditangkapnya. “Saat itu, melebungnya ramai-ramai. Puluhan dan mungkin ratusan orang. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahagia nian, seperti sekarang ini. Ikan yang paling banyak di Danau Burung saat itu adalah ikan serandang (Channa pleurophthalma),” kenangnya dengan mata berkaca-kaca. Mereka datang ke Danau Burung, yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari Tempirai, berjalan kaki atau naik sepeda. Hingga saat ini, saat musim kemarau Danau Burung dapat didatangi melalui jalan darat. Musim penghujan, berkunjung ke sini hanya melalui air atau menggunakan perahu. Azizah ingat, selain manusia, saat musim kemarau Danau Burung juga dikunjungi ratusan hingga ribuan burung pemakan ikan. Paling paling banyak kawanan burung kuntul, baik kuntul kecil (Egretta garzetta) dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis). “Warga juga banyak berburu burung, yang dapat dikonsumsi, seperti belibis batu (Dendrocygna javanica) dan burung ayam-ayaman (Gallicrex cinerea). Banyaknya burung yang mungkin membuat kawasan rawa gambut ini disebut Danau Burung.” Dua jam berusaha di dua lebung kecil, mereka mendapatkan beberapa kilogram ikan. Selain ikan tembakang, mereka juga mendapatkan ikan gabus (Channa striata) dan ikan toman (Channa micropeltes). Saat pulang ke rumah di Desa Tempirai, ikan yang mereka tangkap selain dikonsumsi, juga dibagikan ke tetangga. “Sudah lama tidak makan ikan dari Danau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.