Ringkasan:
-
Dulunya merupakan negara kecil, Belanda kini mengirimkan lebih dari 150 juta ton makanan setiap tahunnya, dan menduduki peringkat kedua secara global.
-
Belanda memprioritaskan ketahanan pangan setelah Perang Dunia II, yang mengarah pada kemajuan teknologi pertanian dan penelitian di Universitas Wageningen.
-
Dengan rumah kaca yang luas, teknologi canggih, dan dominasi benih, Belanda adalah pemimpin global dalam pertanian berkelanjutan.
Begitu menyebut produsen pangan terbesar di dunia, Anda langsung membayangkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Brazil, dan China. Tidak ada yang menganggap Belanda, negara yang luasnya kira-kira sebesar Maryland. Namun, negara bagian yang kecil dan berpenduduk padat ini mengirimkan lebih dari seratus lima puluh juta ton makanan dalam setahun, menjadikannya negara pengirim produk pertanian terbesar kedua di dunia.
Lebih Kecil Dari Maryland

Dibandingkan dengan wilayah yang luasnya empat puluh kali lipat, Belanda memiliki populasi lebih dari tujuh belas juta orang yang tinggal di daratan yang sangat kecil namun sejauh ini berhasil mengungguli negara-negara lain dalam hal nilai total ekspor produk pertanian tahunan.
Segalanya Berubah Dengan Krisis Kelaparan

Ketika terjadi bencana kelaparan pada Perang Dunia Kedua yang merenggut ribuan nyawa, pemerintah Belanda memutuskan bahwa ketahanan pangan adalah agenda nasional utamanya, sebuah langkah yang secara diam-diam mengubah seluruh negeri selamanya.
Rumah Kaca Dimana-mana

Belanda mempunyai beberapa kompleks rumah kaca terbesar di dunia, masing-masing menempati lahan ratusan hektar. Perkebunan yang diatur iklim ini menghasilkan tomat, paprika, dan selada sepanjang tahun meskipun cuaca di luar dingin.
Teknologi Bekerja Keras

Tanaman diairi oleh robot, kandungan kimia dalam tanah dipantau oleh drone, dan sensor melacak tanaman satu per satu. Hasil pertanian Belanda jauh lebih banyak per hektarnya dibandingkan lahan pertanian tradisional mana pun di dunia.
Universitas Wageningen adalah pelopornya

Wageningen adalah universitas pertanian terbesar di dunia, yang memimpin dalam merintis penelitian di bidang benih, keberlanjutan, dan teknologi pertanian, dan lima belas perusahaan pangan global terbesar memiliki stasiun penelitian di Wageningen.
Benih Adalah Senjata Rahasia

Lebih dari sepertiga perdagangan benih sayur dan buah dunia dikuasai oleh Belanda. Tidak terlihat pengaruh pertanian Belanda yang kuat terhadap produksi pangan global, yang didukung oleh faktor dominan yang luar biasa, yaitu benih.
Rotterdam Menggerakkan Segalanya

Pelabuhan terbesar di Eropa terletak di Belanda. Kapasitas geografis tersebut memungkinkan komoditas pertanian Belanda diangkut ke berbagai belahan dunia dengan lebih cepat dan efektif dibandingkan negara mana pun di dunia.
Hampir Nol Pestisida

Penggunaan pestisida di rumah kaca Belanda hampir seluruhnya telah dihapuskan, dan hasil panen meningkat secara spektakuler. Lebah kecil melakukan penyerbukan sendiri, dan teknologi kecil melakukan sisanya, sebuah metode pertanian skala besar yang berkelanjutan dan benar-benar inovatif.
Eksportir Bunga Terbesar di Dunia

Setiap tahun, dua belas miliar euro bunga, tanaman, dan umbi diekspor keluar Belanda. Hampir tiga dari lima bunga potong yang dijual di seluruh dunia melalui lelang dan saluran distribusi Belanda.
Cetak Biru untuk Dunia

Negara-negara yang rawan pangan berusaha keras untuk mengetahui apa yang dilakukan Belanda. Memberi makan miliaran orang dengan lebih sedikit air, lebih sedikit lahan, dan lebih sedikit bahan kimia, Belanda menunjukkan bahwa memproduksi lebih banyak makanan sangatlah mungkin.




Comments are closed.