Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi

Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi

banjir-bandang-kembali-terjang-aceh-tengah,-jembatan-ambruk-dan-desa-terisolasi
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
service

Aceh Tengah, NU Online

Banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah akibat hujan berintensitas tinggi sejak Selasa lalu. Bencana ini menyebabkan dua jembatan darurat ambruk dan sejumlah desa kembali terisolasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyebutkan bencana terjadi di beberapa kecamatan, antara lain Celala, Bintang, Linge, Kebayakan, dan Ketol. Wilayah terdampak meliputi Desa Sepakat (Celala), Desa Gele Pulo serta Jalan Bintang–Simpang Kraf (Bintang), hingga Desa Lumut (Linge).

“Akibat banjir bandang ini, dua jembatan darurat yang dibangun saat bencana sebelumnya kembali ambruk,” ujarnya.

Kerusakan paling signifikan terjadi di Kecamatan Ketol. Jembatan darurat yang menjadi akses utama warga hanyut diterjang arus deras, sehingga mobilitas masyarakat terganggu dan sejumlah desa kembali terisolasi.

Meski demikian, BPBA memastikan tidak ada korban jiwa maupun laporan pengungsi dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dan belum ada laporan pengungsi,” kata Bahron.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan di lapangan. Tiga unit alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses jalan dan pembangunan kembali jembatan darurat.

“Jalan Bintang, Simpang Kraf sudah kembali normal. Untuk jembatan yang ambruk, sedang dilakukan mobilisasi alat berat guna pembangunan jembatan darurat,” jelasnya.

Ancaman Bencana Berulang

Wakil Ketua MPU Aceh Tengah, Tgk Mursyidin, menilai bencana yang terjadi berulang kali menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kesiapan infrastruktur.

“Bencana ini bukan yang pertama dan terus berulang. Diperlukan langkah serius dalam pencegahan serta penguatan infrastruktur,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan turut berperan penting dalam mengurangi risiko bencana.

“Kita harus bersama-sama menjaga alam agar kerusakan lingkungan tidak memperparah dampak saat musim hujan,” katanya.

Dorong Infrastruktur Permanen

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Aceh, Tgk Iskandar Zulkarnaen, menekankan pentingnya percepatan penanganan agar masyarakat tidak terlalu lama terisolasi akibat putusnya akses transportasi.

“Penanganan harus cepat, terutama pada akses jalan dan jembatan, agar masyarakat tidak terisolasi terlalu lama,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan jembatan darurat hanya solusi sementara, sehingga diperlukan perencanaan infrastruktur permanen yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Jembatan darurat memang solusi cepat, tetapi bukan solusi jangka panjang. Ke depan perlu dibangun jembatan permanen yang lebih kokoh agar tidak rusak setiap kali bencana datang,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga saat ini, kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih dalam penanganan. Petugas terus berupaya membuka akses serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Aceh Tengah masih cukup tinggi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan di lapangan guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Bencana yang kembali terjadi ini menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan agar dampak bencana dapat diminimalkan di masa mendatang.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.