Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Batuk karena Polusi Udara atau Flu? Ini Bedanya Menurut Dokter

Batuk karena Polusi Udara atau Flu? Ini Bedanya Menurut Dokter

batuk-karena-polusi-udara-atau-flu?-ini-bedanya-menurut-dokter
Batuk karena Polusi Udara atau Flu? Ini Bedanya Menurut Dokter
service

Jakarta

Bunda, mungkin belakangan sering mendengar atau bahkan mengalami sendiri keluhan batuk yang tak kunjung reda. Di tengah kualitas udara yang sedang buruk, polusi bisa menjadi salah satu pemicunya. Paparan polutan dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga membuat batuk muncul dan sulit mereda.

Sayangnya, sebagian besar orang sering menganggap keluhan ini sebagai serangan flu biasa (influenza) yang akan sembuh dengan sendirinya, sehingga memutuskan untuk tidak memeriksakan diri ke dokter. Padahal, kekeliruan dalam mengenali penyebab batuk dapat berujung pada penanganan yang lambat dan meningkatkan risiko perburukan kondisi paru-paru.

Batuk karena polusi dan flu memiliki gejala berbeda

Dokter spesialis alergi dan imunologi, Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD, KAI, FINASIM, memaparkan bahwa perbedaan mendasar antara batuk akibat flu dan iritasi polusi dapat dikenali dari gejala sistemik yang muncul. Pasien influenza umumnya mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh melebihi 37 hingga 38 derajat Celsius, yang kerap disertai nyeri otot dan lemas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, paparan polusi udara tidak memicu respon demam pada tubuh, melainkan menyebabkan peradangan lokal pada mukosa saluran pernapasan.

Selain itu, indikator pembeda penting lainnya terletak pada karakteristik dan warna dahak yang diproduksi oleh tubuh. Pada infeksi virus flu, batuk umumnya bersifat kering atau menghasilkan sekresi bening.

Namun, jika batuk mulai mengeluarkan dahak berwarna hijau, hal tersebut menandakan adanya infiltrasi sel neutrofil dan enzim mieloperoksidase sebagai respons terhadap iritasi kronis atau infeksi sekunder, sebuah kondisi yang kerap dipicu oleh paparan materi partikulat polusi.

“Kalau sudah lebih dari 10 hari, demam, pilek, dan batuk tidak kunjung membaik, itu pasti bukan influenza. Influenza memiliki masa inkubasi yang cepat dan biasanya membaik dalam kurun waktu tersebut. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, kondisi akibat paparan polusi ini bisa memicu komplikasi yang jauh lebih berat,” ujar dr Sukamto dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.