Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Bayang-Bayang Harga BBM Naik, Pengemudi Ojol Keluhkan Ongkos Murah dan Biaya Bensin Tinggi 

Bayang-Bayang Harga BBM Naik, Pengemudi Ojol Keluhkan Ongkos Murah dan Biaya Bensin Tinggi 

bayang-bayang-harga-bbm-naik,-pengemudi-ojol-keluhkan-ongkos-murah-dan-biaya-bensin-tinggi 
Bayang-Bayang Harga BBM Naik, Pengemudi Ojol Keluhkan Ongkos Murah dan Biaya Bensin Tinggi 
service

Jakarta, NU Online

Salah satu pengemudi ojek online (ojol), Sunarti, mengungkapkan kekhawatirannya atas kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu membuat sejumlah pengemudi ojek online (ojol) ikut antre panjang di SPBU Raya Condet, dekat lampu merah Cawang, pada Selasa (31/3/2026) malam. Jika biasanya antrean hanya dua jalur, maka pada malam itu antreannya mencapai empat hingga lima jalur.

Menurut Sunarti, kenaikan harga BBM makin memberatkan pengemudi ojol. Mereka saat ini  sudah terbebani dengan tarif aplikasi yang dinilai terus dipangkas.

“Bingung, kalau bensin naik, pengemudi ojol makin dicekik. Ongkos makin murah, tambah ada paket hemat, sementara kita beli bensin sama-sama naik,” ujar Sunarti, saat ditemui NU Online, di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026). 

Lebih lanjut, Sunarti menerangkan bahwa kondisi tersebut terasa tidak adil apabila kenaikan harga BBM ditambah potongan paket hemat, seperti langganan gacor (langcor), yang otomatis mengambil saldo rekening sebesar Rp20 ribu per hari.

“Memang dikasih orderan terus, tapi kalau saya berpikirnya, kita sudah murah ongkos. Bensin saja mau naik, terus ikut langganan gacor. Kayaknya mungkin benar-benar tidak adil banget,” imbuhnya

Menurut Sunarti, beban pengeluaran semakin besar, tetapi ongkos order justru semakin murah. Meski hasilnya terasa pas-pasan, para pengemudi ojol tetap harus bekerja karena belum ada pilihan pekerjaan lain.

Sunarti berharap, pemerintah segera membenahi kebijakan yang berkaitan dengan BBM dan transportasi agar tidak semakin menekan pengemudi ojol.

Ia menilai, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampak, sehingga kebijakan yang diambil seharusnya lebih berpihak pada kebutuhan rakyat sehari-hari.  

NU Online juga menemui Kamal, pengemudi ojol lainnya. Ia mengatakan bahwa kondisi BBM sejauh ini masih normal dan belum ada kenaikan harga.

Kamal mengaku mengetahui isu kenaikan harga BBM dari ponsel, tapi saat mengisi bensin, biasanya di SPBU Kwitang dan Kebon Manggis, sebanyak 1 liter harga masih Rp10 ribu dan stok masih seperti biasa. 

Menurutnya, antrean panjanv di SPBU pada penghujung Maret itu lebih dipengaruhi penutupan SPBU lain di sekitar lokasi, sehingga kendaraan menumpuk di satu titik.

Kamal menjelaskan, kenaikan harga BBM baru akan terasa jika benar-benar diberlakukan karena biaya operasional sangat bergantung pada order, jarak tempuh, dan kondisi jalan. 

“Intinya dari orderan, pendapatan, jarak tempuh penjemputan sama pengantaran dan jalan kadang macet. Itu yang bikin boros BBM. Kalau normal agak irit. Cuma kalau jalur-jalur macet, namanya BBM kan pasti jalan terus,” ujar Kamal. 

Lebih lanjut, kemacetan menjadi salah satu faktor yang membuat konsumsi bensin lebih boros dibanding jalur yang lancar.

Meski pendapatan saat ini masih aman, ia berharap jika BBM benar-benar naik, pemerintah bisa mengoreksi kebijakan secara menyeluruh karena dampaknya tak hanya ke transportasi, tetapi berpotensi pada kenaikan harga bahan pokok. 

Kontributor: Nisfatul Laila

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.