Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Bayi Prematur Selamat di Tengah Gempa Nagekeo

Bayi Prematur Selamat di Tengah Gempa Nagekeo

bayi-prematur-selamat-di-tengah-gempa-nagekeo
Bayi Prematur Selamat di Tengah Gempa Nagekeo
service

Penyelamatan nyawa pasien dan penanganan trauma psikologis menjadi fokus utama pemerintah pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Hal ini ditegaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat meninjau langsung pelayanan medis di Kabupaten Nagekeo, Selasa, 18 Agustus 2026, untuk memastikan penanganan korban tetap berjalan meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Berdasarkan Laporan Situasi (Situation Report) Kementerian Kesehatan, gempa mengakibatkan 70 korban meninggal dunia dan 43.391 warga mengungsi di seluruh wilayah NTT. Khusus di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 170.669 jiwa terdampak, dengan rincian delapan korban meninggal, 13 luka berat, dan 29 luka ringan.

Bencana juga melumpuhkan operasional dua rumah sakit utama, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, serta merusak bangunan tiga puskesmas.

Menghadapi kondisi darurat fasilitas kesehatan, Menkes menetapkan tiga prioritas utama. Prioritas pertama adalah mempercepat identifikasi dan pelayanan medis melalui sistem triase dalam 3 hingga 5 hari ke depan. Pasien dalam kondisi kritis akan dirujuk langsung ke rumah sakit, sementara pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” kata Budi di Nagekeo.

Prioritas kedua adalah rehabilitasi infrastruktur fasilitas kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi dapat rampung dalam 8 hingga 12 bulan ke depan.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah penanganan trauma (trauma healing). Tingginya ketakutan warga terhadap gempa susulan mendorong Kemenkes menggandeng organisasi profesi untuk mendatangkan konselor ke NTT. Dalam jangka menengah, Kemenkes juga berencana menempatkan psikolog klinis di 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia secara bertahap.

Keterbatasan fasilitas akibat gempa tidak menghentikan upaya penyelamatan nyawa oleh tenaga kesehatan di lapangan. Saat meninjau ruang operasi lapangan, Budi berdialog dengan dokter Restu, seorang dokter bedah yang melakukan operasi sesar darurat (SC Cito) sesaat setelah gempa terjadi.

Terputusnya akses jalan dan jembatan menuju fasilitas rujukan memaksa Restu dan tim mengambil keputusan cepat. Demi menyelamatkan ibu dan bayi, operasi terpaksa dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan dengan keterbatasan alat medis.

“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” ungkap Restu.

Keputusan darurat ini membuahkan hasil. Seorang bayi prematur dengan berat 1.500 gram berhasil lahir dengan selamat dan kini menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.

Untuk mencegah kendala serupa, Menkes memastikan ketersediaan alat medis esensial di rumah sakit lapangan Nagekeo. Distribusi mesin anestesi dan alat kauter untuk menghentikan pendarahan telah disiagakan agar tenaga medis dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman dalam menangani kasus kegawatdaruratan di lokasi bencana.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.