Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Panggang Bercerita meluncurkan dan mengimplementasikan Smart Eco Trash Bin di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Inovasi tempat sampah pintar ini dikembangkan untuk mendorong kebiasaan masyarakat dan wisatawan dalam memilah serta membuang sampah pada tempatnya melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya.
Mayang Fauni, anggota Tim KKN, mengatakan Smart Eco Trash Bin merupakan tempat sampah yang dilengkapi sensor untuk membuka dan menutup tutup secara otomatis tanpa perlu disentuh. “Sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna di depan tempat sampah dan mengaktifkan motor servo untuk membuka tutup. Setelah pengguna menjauh, tutup akan kembali menutup secara otomatis,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Rabu, 19 Agustus 2026.
Selain mekanisme tanpa sentuh, kata Mayang, tempat sampah pintar ini dilengkapi speaker yang memutar pesan edukasi setiap kali digunakan. “Pesan tersebut mengingatkan pengguna mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya sehingga edukasi lingkungan dapat disampaikan secara langsung dan berulang,” katanya.
Program tempat pemilahan sampah pintar ini menyasar dua kelompok utama, yakni masyarakat setempat dan wisatawan. Bagi masyarakat, keberadaan Smart Eco Trash Bin diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi wisatawan, fasilitas itu menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Pulau Pramuka. Penggunaan Smart Eco Trash Bin dirancang sederhana.
“Pengguna cukup mendekatkan diri ke tempat sampah sehingga sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna dan mengaktifkan motor servo. Saat tutup terbuka, speaker secara bersamaan menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya, yang kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasih,” katanya.
Sekedar informasi, peluncuran Smart Eco Trash Bin turut disambut hangat oleh Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, serta secara langsung oleh Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, bersama ibu PKK dan kader. Menurut Bupati, kehadiran inovasi tersebut mendapat apresiasi karena dinilai dapat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan di Pulau Pramuka.
Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, mengapresiasi penerapan Smart Eco Trash Bin di wilayahnya. Ia menilai inovasi tersebut unik dan bermanfaat karena memadukan sensor dan fitur suara yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
Hadirnya teknologi tersebut dinilai dapat menarik perhatian masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. “Saya berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang rawan mengalami penumpukan sampah,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Asyhar. Ia mengakui pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi yang lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. Sementara itu, kader PKK, Romlah, menilai teknologi tersebut lebih modern dibandingkan tempat sampah manual dan dapat menarik perhatian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Smart Eco Trash Bin menurut saya merupakan inovasi unik dan menarik ya. Semoga teknologi seperti ini dapat terus dikembangkan dalam mendukung kebersihan lingkungan di Pulau Pramuka,” tuturnya.
Implementasi Smart Eco Trash Bin menjadi salah satu langkah awal Tim KKN-PPM UGM Panggang Bercerita 2026 dalam mendorong pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah sesuai jenis sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Pulau Pramuka yang lebih bersih dan tertata.
Pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi juga menjadikan Smart Eco Trash Bin sebagai sarana edukasi mengenai penggunaan energi terbarukan. Dengan mengintegrasikan teknologi IoT, edukasi lingkungan, dan energi surya, inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Pulau Pramuka.





Comments are closed.