Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Benarkah Bermain Masih Penting bagi Perkembangan Anak Remaja?

Benarkah Bermain Masih Penting bagi Perkembangan Anak Remaja?

benarkah-bermain-masih-penting-bagi-perkembangan-anak-remaja?
Benarkah Bermain Masih Penting bagi Perkembangan Anak Remaja?
service

Mubadalah.id — Menurut hasil studi, bermain dalam membantu kemampuan adaptasi tidak hanya terjadi pada anak usia dini, tetapi juga berlanjut hingga masa remaja. Penelitian yang dilakukan oleh profesor terapi profesional, Louise Hess bersama timnya di Palo Alto, California, menunjukkan hasil serupa.

Penelitian ini melibatkan dua kelompok remaja laki-laki, yakni kelompok yang berkembang secara normal dan kelompok yang memiliki masalah emosional. Kedua kelompok tersebut dianalisis untuk melihat hubungan antara tingkat kesenangan bermain dengan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesenangan bermain dan keterampilan coping pada kedua kelompok tersebut. Remaja yang menikmati aktivitas bermain cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan serta menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bermain dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi. Melalui bermain, remaja belajar menghadapi masalah dengan cara yang lebih fleksibel, kreatif, dan tidak kaku.

Dalam praktiknya, aktivitas bermain memungkinkan seseorang untuk mencoba berbagai peran dan situasi tanpa tekanan besar. Hal ini membantu mereka memahami berbagai kemungkinan solusi ketika menghadapi persoalan nyata.

Selain itu, bermain juga memberikan ruang bagi remaja untuk mengeksplorasi emosi mereka. Mereka belajar mengelola rasa takut, marah, maupun frustrasi dalam situasi yang relatif aman.

Temuan ini menunjukkan bahwa bermain bukan hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga tetap relevan dalam perkembangan remaja. Aktivitas ini dapat menjadi sarana pembelajaran emosional yang efektif sekaligus membantu membangun ketahanan mental dalam jangka panjang. []

*)Sumber Tulisan: Buku The Danish Way Of Parenting Karya Jessica J X dan Iben D S, hlm 15-18

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.