Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Benz Viktoria, Mobil Pertama di Indonesia Milik Pakubuwana X

Benz Viktoria, Mobil Pertama di Indonesia Milik Pakubuwana X

benz-viktoria,-mobil-pertama-di-indonesia-milik-pakubuwana-x
Benz Viktoria, Mobil Pertama di Indonesia Milik Pakubuwana X
service

Benz Viktoria, Mobil Pertama di Indonesia Milik Pakubuwana X


Mercedes-Benz memiliki andil besar dalam industri otomotif internasional. Berdasarkan riwayatnya, perusahaan asal Jerman inilah yang pertama kali mematenkan mobil pertama di dunia.

Saat itu Mercedes-Benz – yang dulunya bernama Benz & Cie – memproduksi mobil Benz Patent-Motorwagen yang dirancang oleh Karl Benz pada 1885. Setahun kemudian, mobil beroda tiga ini dipatenkan dan mulai dipasarkan ke publik untuk pertama kalinya.

Seiring waktu inovasi dilakukan Benz untuk mempercanggih teknologi mobilnya. Mobil dengan desain roda empat dan buka tutup atap lalu diluncurkan dengan diberi nama Benz Patent-Motorwagen Viktoria model Phaeton.

Pasar mobil ini tidak hanya menjangkau Eropa, tetapi juga lain benua salah satunya Asia. Di Indonesia – atau kala itu Hindia Belanda – mobil ini pun didatangkan oleh tokoh besar di tanah Jawa yaitu Sri Susuhunan Pakubuwana X.

Mobil Pertama di Indonesia

“Pada 1894 ketika kendaraan pertama Benz Viktoria Phaeton Sri Susuhunan ke-X hadir di Pulau Jawa,” kata Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia dalam pembukaan acara peringatan “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” di World Beyond Mercedes-Benz Thamrin Nine, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026).

CEO Mercedes-Benz saat membuka acara peringatan “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation”. Tampak di belakang ditampilkan salah satu model mobil Mercedes-Benz terdahulu yang pernah didatangkan ke Indonesia pada akhir abad ke-19. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)

info gambar

CEO Mercedes-Benz saat membuka acara peringatan “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation”. Tampak di belakang ditampilkan salah satu model mobil Mercedes-Benz terdahulu yang pernah didatangkan ke Indonesia pada akhir abad ke-19. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)


Sesuai yang diucapkan Donald, Benz Viktoria adalah kendaraan pertama atau lebih tepatnya mobil pertama di Pulau Jawa, Indonesia. Kala Indonesia masih di zaman kuda gigit besi, Pakubuwana X menjadi satu-satunya orang yang mengendari mobil di jalanan Kota Solo, tempat ia bertugas sebagai raja setempat.

Mengutip buku Industri Otomotif Indonesia dari Masa ke Masa karya Agus Tjahjana, mobil Benz Viktoria dipesan melalui perusahaan dagang Prottle & Co yang berbasis di Pasar Besar, Surabaya. Didatangkan dari Eropa dengan harga 10 ribu gulden, mobil memiliki spesifikasi 1 mesin silinder berkapasitas 2,0 liter dengan tenaga maksimum 5 horse power. Rodanya sendiri terbuat dari kayu dan dilapisi band tanpa udara serta mampu mengangkut hingga 8 orang penumpang.

Semenjak itu, produk otomotif mulai bergejolak di Hindia Belanda terutama di Pulau Jawa. Pembukaan sektor perkebunan yang masif membuat transportasi mobil menjadi primadona bagi penggede menyambangi lokasi untuk inspeksi.

Tahun demi tahun berganti, mobil dari jenama lain pun masuk untuk bersaing dengan Mercedes-Benz yang lebih dulu mencuri hati orang-orang di tanah koloni. Bahkan sampai Indonesia menggapai kemerdekaan, Mercedes-Benz tetap mendapat kepercayaan khususnya sebagai mobil pribadi kepresidenan dari era Orde Lama hingga Reformasi.

Pabrik Mercy di Wanaherang

Pemerintahan Orde Baru menjadi era keterbukaan Indonesia kepada investor asing. Pada masa-masa itu, dunia otomotif Indonesia berkembang dengan ditandai pendirian pabrik kendaraan bermotor di sejumlah daerah.

Mercedes-Benz sendiri memilih sebuah desa kecil di Bogor yang bernama Wanaherang sebagai tempat perakitannya. Pabrik perakitan mobil seluas 42 hektare ini berdiri sejak 1978 di mana kekhasan pabrik tersebut membuat nama Mercedes-Benz tersemat di salah satu jalan di sana.

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang pada 1997. (Foto: Analisa)

info gambar

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang pada 1997. (Foto: Analisa)


Tenaga ahli lokal dikerahkan sebelum pendirian pabrik tersebut. Sejak 1977, Mercy – sebagaimana sering disebut demikian oleh banyak kalangan – rajin mengirim puluhan tenaga kerja Indonesia ke Jerman untuk dididik lebih jauh. Begitu pula pada 1995, pelatihan khusus di bagian manajemen level menengah hingga senior terus dikerahkan. Dari usaha itu tentu diharapkan oleh Mercedes-Benz bisa memperpanjang kerja sama dengan Indonesia demi kemajuan otomotif nasional.

“Kami bangga, sejak akhir abad ke-19 Indonesia turut berperan dalam perjalanan Mercedes-Benz, yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970. Melalui perayaan 140 tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat keberlanjutan sebagai bagian dari identitas Mercedes-Benz,” kata Donald dalam acara perayaan tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.