Ringkasan Berita:
- Polisi menangkap pria berinisial Y terkait kasus pencurian gabah dan beras di Sampang.
- Pelaku diduga mencuri 12 karung gabah dan empat karung beras milik warga.
- Aksi pencurian kedua terekam kamera CCTV di rumah korban.
- Total kerugian korban mencapai Rp7,2 juta.
Sampang (beritajatim.com) – Polisi mengungkap kasus dugaan pencurian gabah dan beras yang terjadi di Dusun Bandung, Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Seorang pria berinisial Y (23), warga Dusun Bandung, diamankan setelah diduga melakukan aksi pencurian di rumah korban bernama Moh. Faweid (21).
Dalam proses penyelidikan, polisi juga memeriksa sejumlah saksi, yakni Marsuki (48), Moh. Miswi (40), dan Anang (21), yang seluruhnya merupakan warga setempat.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan aksi pencurian pertama diketahui setelah korban mendapati gudang miliknya yang berada satu pekarangan dengan rumah telah dibobol.
“Pelaku diduga mengambil sebanyak 12 karung gabah atau padi dengan berat masing-masing 50 kilogram. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp4.800.000,” ungkapnya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Eko, pada hari berikutnya aksi pencurian kembali terjadi di teras rumah korban.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga mengambil empat karung beras dengan berat masing-masing 50 kilogram.
Akibat kejadian kedua tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,4 juta.
“Dari dua kejadian tersebut, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp7.200.000,” katanya.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas kepolisian akhirnya berhasil mengamankan tersangka pada Rabu (20/5/2026) di Dusun Sloros, Desa Birem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Saat menjalani interogasi awal, tersangka mengakui seluruh perbuatannya.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu karung beras ukuran 50 kilogram yang masih berisi sekitar lima kilogram beras.
“Saat ini, tersangka sudah diserahkan ke tim penyidik untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. [sar/beq]





Comments are closed.