Di tengah pergerakan pasar yang tidak menentu, memiliki aset yang lebih stabil dapat membantu menjaga portofolio tetap terkendali dan membuat kamu lebih tenang berinvestasi.

Stabilkan Portofolio dengan Aset Defensif: Reksa Dana Pasar Uang & Obligasi Negara

  • Reksa Dana Pasar Uang secara historis memberikan return yang naik secara stabil dan rendah risiko.

  • Sementara, walaupun Obligasi Negara mengalami fluktuasi harga, kupon tetap diterima secara rutin dan konsisten serta volatilitasnya lebih rendah dibanding saham.

Simulasi dengan Berbagai Strategi Alokasi Aset

Simulasi portofolio Rp1 miliar sejak 1 Oktober 2025 hingga 31 Maret 2026 dengan tiga macam strategi alokasi aset yang melewati dua kondisi market berbeda.

Saat market bullish (Q4 2025): Portofolio dengan alokasi 80% saham memang menghasilkan return lebih tinggi. Namun portofolio yang terdiversifikasi dengan aset defensif tetap tumbuh dengan fluktuasi yang lebih rendah.

Saat market koreksi (Q1 2026): Portofolio dengan alokasi 80% saham mengalami penurunan paling signifikan hingga -15%. Sementara portofolio terdiversifikasi dengan alokasi 30% Obligasi Negara, 30% Reksa Dana Pasar Uang, dan 20% Saham mengalami penurunan yang lebih moderat sebesar -7,7%.

Kuncinya bukan mencari return tertinggi, tapi membangun portofolio yang tahan di segala kondisi market.

Pilihan Reksa Dana Pasar Uang & Obligasi Negara di Bibit

Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit

 Return per 7 Mei 2026. Data historis, tidak menjamin kinerja masa depan.

Return naik stabil dan dihitung harian.

Bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti.

Bebas pajak.

SBN Sukuk Tabungan ST016: Masa Penawaran hingga 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB

✓ Floating with floor return: imbal hasil SBN ST016 bisa naik jika suku bunga BI naik. Tapi jika BI Rate turun, return ST016 tidak akan turun batas minimum (floor) yang sudah ditentukan.

✓ Sumber passive income: imbal hasil dikirim tiap bulan tanggal 10 hingga jatuh tempo.

✓ Rendah risiko: modal investasi dan imbal hasil dijamin undang-undang.