Di tengah kondisi market yang bergerak dinamis, banyak investor memilih menempatkan sebagian dana pada aset yang relatif lebih stabil.
Tiga pilihan yang sering menjadi pertimbangan adalah Obligasi FR tenor pendek, Deposito Rupiah, dan Deposito USD. Tapi mana yang lebih sesuai untuk portofolio?
Perbandingan Imbal Hasil Obligasi FR, Deposito USD, dan Deposito Rupiah
|
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
|
*Yield Obligasi PBS030 per 14 Juli 2026 pada jam market 10.30–14.00 WIB. |
Return 60% Lebih Tinggi dari Deposito USD
-
Saat ini Obligasi PBS030 menawarkan kepastian return menarik dan sempat mencatatkan yield tertinggi sejak awal tahun (7,03% pa. per 2 Juli 2026).
-
Di sisi lain, imbal hasil deposito USD juga dihitung berdasarkan konversi nilai investasi USD ke Rupiah. Perlu diingat, nilai investasi dalam Rupiah dapat naik maupun turun mengikuti pergerakan kurs USD/IDR.
-
Jika menggunakan rata-rata pelemahan Rupiah terhadap dolar AS dalam tiga tahun terakhir sebesar ~2,34% per tahun, maka net imbal hasil deposito USD ~3,94% p.a. Sehingga imbal hasil Obligasi FR tenor pendek ~60% lebih tinggi dibandingkan Deposito USD.
Bibit-Perbandingan Return Obligasi FR dan Deposito IDR dan USD
What Does It Mean for the Portfolio?
Setiap aset memiliki perannya masing-masing. Namun, saat yield berada di level yang menarik, Obligasi FR ini bisa menjadi alternatif bagi investor yang mencari aset stabil dengan kepastian return.
Top Obligasi FR Short-Term di Bibit
|
||||||||||
*Yield per 14 Juli 2026 pukul 10.30 WIB |
||||||||||
| Produk | PBS030 |
| Unit | 1.000 |
| Total Pembayaran | Rp979.170.000 |
Proyeksi nilai investasimu saat jatuh tempo 15 Jul 2028
| PROYEKSI RETURN |
| +Rp124.506.319 |
ⓘ Simulasi ini sudah dipotong pajak
Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu. Always do your own research.





Comments are closed.