Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bike2School di Tangsel, Gerakan Anak Bersepeda ke Sekolah Tiap Jumat

Bike2School di Tangsel, Gerakan Anak Bersepeda ke Sekolah Tiap Jumat

bike2school-di-tangsel,-gerakan-anak-bersepeda-ke-sekolah-tiap-jumat
Bike2School di Tangsel, Gerakan Anak Bersepeda ke Sekolah Tiap Jumat
service

Bike2School di Tangsel, Gerakan Anak Bersepeda ke Sekolah Tiap Jumat


Setiap Jumat pagi, anak-anak di Serpong Lagoon, Setu, Tangerang Selatan, berangkat ke sekolah dengan sepeda. Khusus hari itu, tidak ada antar jemput anak.

Kegiatan ini dikenal sebagai Bike2School.

Gerakan ini bukan program sekolah atau program pemerintah. Bike2School bermula dari gagasan Dimas, salah satu orang tua di kawasan itu.

Dimas Gilang Pamungkas, awalnya hanya ingin mengubah kebiasaan anaknya pergi ke sekolah.

Sebelumnya, anaknya mobilisasi ke sekolah menggunakan mobil jemputan. Alasannya karena jarak dan kondisi jalan yang belum ramah untuk pesepeda.

“Anak saya dulunya itu pakai mobil jemputan karena jaraknya jauh sama jalanannya sih yang enggak ramah buat anak-anak bersepeda,” ujar Dimas, dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Untuk itu, Dimas tidak memaksa anaknya bersepeda. Ia lebih dulu memastikan keamanan lingkungan dan keselamatan anaknya.

Karena itu, ia dan keluarganya memutuskan pindah ke Serpong Lagoon. Dimas menilai, setidaknya kawasan itu lebih aman untuk bersepeda.

Setelah merasa aman, kebiasaan baru mulai dibentuk. Anaknya mulai berangkat sekolah dengan sepeda.

“Jadi pertama itu harus dibentuk dulu niatnya untuk bersepeda. Lalu kedua rasa aman saat bersepeda. Kalau engga ada rasa aman, saya juga enggak akan biarin anak saya untuk bersepeda,” jelasnya.

Di lingkungan barunya, Dimas melihat pola yang sama. Banyak anak tetap diantar ke sekolah, meski jaraknya dekat.

Dari situ, ia mulai mengajak anak-anak lain untuk bersepeda bersama. Ajakan disampaikan lewat pengurus RT dan langsung mendapat respons.

Pada Januari 2021, sekitar 20 hingga 25 anak ikut di kegiatan pertama. Angka itu terus bertambah. Kini, sekitar 40 anak rutin bersepeda setiap Jumat.

Jadi Ajang Interaksi di Kawasan Perumahan

Program Bike2School tidak hanya berdampak pada kebiasaan bertransportasi, tetapi juga pada interaksi sosial anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak yang sebelumnya tidak saling mengenal mulai membangun kedekatan karena rutin berangkat bersama.

“Mereka jadi saling kenal, bisa ngobrol di jalan, bahkan di luar kegiatan, mereka juga bisa main bareng,” kata Dimas.

Kebersamaan selama perjalanan membuat aktivitas bersepeda ke sekolah berkembang menjadi ruang interaksi baru bagi anak-anak.

Peluang Diadopsi di Daerah Lain

Dimas berharap gerakan ini bisa diterapkan di daerah lain. Meskipun, ia mengakui kondisi kota masih jadi tantangan utama. Lingkungan yang belum sepenuhnya ramah bagi pesepeda membuat kebiasaan ini sulit diterapkan secara luas.

“Kota kita dibangun bukan untuk manusia, tapi untuk kendaraan. Kalau untuk manusia kan harusnya ada jalur sepeda,” ujarnya.

Pernyataan itu berkaitan dengan minimnya infrastruktur pendukung, seperti jalur sepeda dan trotoar yang layak. Tanpa fasilitas tersebut, ruang gerak pesepeda—terutama anak-anak—menjadi terbatas.

Di sisi lain, ketergantungan masyarakat pada kendaraan bermotor juga ikut memperkuat kebiasaan lama. Akibatnya, sepeda semakin jarang digunakan sebagai alat transportasi harian.

Meski begitu, Dimas tetap melihat peluang. Ia berharap Bike2School tidak berhenti di lingkungannya saja, tetapi bisa ditiru di tempat lain.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.