
Binte Biluhuta, Makanan Tradisional Khas Gorontalo | Wikimedia Commons/Supardisahabu
Binte biluhuta adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari daerah Gorontalo. Bagi Kawan yang berasal dari daerah Gorontalo maupun yang pernah berkunjung ke sana, apakah pernah mencicipi kuliner berkuah ini sebelumnya?
Selain menjadi salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari daerah Manado, ternyata binte biluhuta juga memiliki sejarah panjang sebelumnya. Bahkan kuliner tradisional ini diketahui sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar binte biluhuta tersebut? Simak ulasan seputar makanan tradisional khas Manado ini dalam artikel berikut.
Binte Biluhuta, Makanan Tradisional Khas Gorontalo
Binte biluhuta menjadi salah satu kuliner tradisional khas yang patut Kawan cicipi ketika berkunjung ke daerah Gorontalo. Bagi masyarakat setempat, kuliner berkuah ini juga dikenal dengan nama milu siram.
Asal nama makanan tradisional ini sendiri berasal dari dua kata berbeda, yakni “Binta” dan “Biluhuta”. Dalam bahasa Gorontalo, kata “Binte” bisa diartikan sebagai jagung.
Sementara itu, kata “Biluhuta” memiliki arti disiram. Dari kedua kata tersebut, bisa dibayangkan jika binte biluhuta merupakan makanan tradisional yang berbahan dasar jagung dan disajikan dengan disiram kuah.
Selain “Binte”, istilah jagung juga dikenal dengan nama “Milu” di sana. Hal inilah yang membuat binte biluhuta juga sering dikenal dengan nama milu siram di daerah tersebut.
Pada dasarnya, binte biluhuta merupakan sejenis makanan tradisional berkuah yang menggunakan isian jagung muda sebagai bahan utamanya. Selain itu, isian lain yang digunakan dalam kuliner ini adalah ikan dan udang.
Secara cita rasa, binte biluhuta menggabungkan gurih, asam, dan pedas dalam sajiannya. Selain itu, tambahan kelapa parut dalam kuah makanan tradisional khas Gorontalo tersebut juga memberikan aroma dan cita rasa yang unik, serta membedakan binte biluhuta dengan sup jagung pada umumnya.
Sarat akan Nilai Sejarah
Keberadaan binte biluhuta diketahui sudah berkembang sejak lama di tengah masyarakat. Bahkan kuliner tradisional ini diketahui sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, binte biluhuta diketahui sudah ada sejak abad ke-15. Terdapat kisah unik dibalik kemunculan kuliner ini yang menjadi alat diplomasi dua kerajaan pada waktu itu.
Pada periode waktu tersebut, sempat terjadi perselisihan antara Raja Gorontalo dan Raja Limboto. Perselisihan ini kemudian disimbolkan dengan pipilan jagung yang berarti “perpecahan.”
Dari simbol inilah, pipilan jagung tersebut kemudian dicampurkan dengan berbagai rempah selayaknya sebuah “persatuan.” Perpaduan inilah yang kemudian menjadi asal usul binte biluhuta sebagai simbol perdamaian dan persatuan dari kedua kerajaan tersebut.
Pada saat ini, binte biluhuta bisa dikonsumsi setiap orang kapan saja. Namun ada kalanya kuliner ini juga disajikan saat ada momen penting di tengah masyarakat.
Berkat nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, binte biluhuta juga ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016 silam.
Resep dan Cara Membuat Binte Biluhuta
Jika Kawan penasaran dengan cita rasa dari makanan tradisional khas Gorontalo ini, maka bisa mencoba untuk membuatnya di rumah masing-masing. Dikutip dari laman Wikibuku, adapun resep serta cara membuat binte biluhuta khas Gorontalo adalah.
Bahan
- Pipilan jagung manis (200 gr)
- Air (1 liter)
- Suwiran ikan cakalang (200 gr)
- Parutan kelapa (80 gr)
- Garam secukupnya
- Penyedap rasa (1 sdt)
- Daun bawang (2 batang dan dipotong-potong kecil)
- Daun kemangi (50 gr)
- Bawang merah (10 siung)
- Cabai rawit merah (2 butir)
- Jeruk nipis
- Kecap manis
Cara Membuat
- Pertama, kukus parutan kelapa selama lebih kurang 10 menit.
- Haluskan bawang merah, cabe rawit merah, dan garam.
- Didihkan air. Setelah mendidih, masukkan pipilan jagung bersama bumbu halus ke dalamnya. Tunggu selama lebih kurang 25 menit hingga matang.
- Masukkan suwiran ikan cakalang, parutan kelapa, garam, dan penyedap rasa.
- Tambahkan daun bawang dan daun kemangi. Aduk kembali hingga layu.
- Binte biluhuta sudah bisa dihidangkan. Kawan juga bisa menambahkan jeruk nipis dan kecap manis sesuai selera untuk menambah cita rasa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor




Comments are closed.