Kisah Perjuangan Remon dan Ndokus, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Magnific AI
Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang mengisahkan tentang dua orang kakak beradik bernama Remon dan Ndokus. Cerita rakyat ini menceritakan tentang perjuangan dua saudara tersebut setelah berpisah dari keluarganya.
Bagaimana kisah dari perjuangan Remon dan Ndokus tersebut?
Kisah Perjuangan Remon dan Ndokus, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri di sebuah kampung. Pasangan suami istri ini memiliki dua orang anak yang masih kecil.
Kedua anak itu bernama Remon dan Ndokus. Setiap hari kedua anak ini selalu bermain bersama dengan rukunnya.
Pada suatu hari, sang ayah berniat pergi ke sungai. Dirinya hendak mencari ikan untuk keperluan keluarga kecilnya.
Sang ayah mengajak Remon dan Ndokus ikut bersamanya. Kedua anak ini tentu senang dan menerima ajakan dari sang ayah tersebut.
Akhirnya berangkatlah ayah dan dua anak ini menuju sungai. Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya sampai di tepi sungai.
Setibanya di sana, sang ayah langsung memotong pohon pisang dan membelahnya menjadi dua bagian. Ternyata sang ayah berniat untuk mengajarkan kedua anaknya cara berenang.
Remon dan Ndokus pun diletakkan di dalam air sambil berpegangan pada batang pisang. Sang ayah kemudian melepaskan mereka agar bisa belajar berenang.
Setelah itu, sang ayah pergi berenang ke tengah sungai untuk mencari ikan. Ayahnya berpesan agar kedua anaknya tetap berada di pinggir sungai sambil belajar berenang.
Beberapa saat kemudian, sang ayah kembali ke daratan. Berkat kemampuannya, dia berhasil mendapatkan banyak ikan pada waktu itu.
Namun begitu tiba di tepi sungai, sang ayah tidak melihat keberadaan Remon dan Ndokus. Sang ayah berpikir mungkin kedua anaknya sudah pulang terlebih dahulu.
Sesampainya di rumah, sang ayah menanyakan keberadaan Remon dan Ndokus pada istrinya. Namun sang istri menjawab jika kedua anaknya itu belum pulang sama sekali.
Akhirnya mereka berusaha mencari Remon dan Ndokus. Namun semua usaha mereka tidak membuahkan hasil.
Usut punya usut, ternyata kedua kakak beradik ini hanyut saat belajar berenang di sungai. Mereka hanyut hingga ke hilir sungai di pantai.
Remon dan Ndokus terjerat dalam jala yang dipasang oleh nelayan. Mereka pun tertangkap bersama ikan-ikan lainnya.
Saat pagi tiba, nelayan mulai mengecek jala yang dia pasang. Namun begitu melihat Remon dan Ndokus ada di dalam jala, nelayan itu langsung memukul mereka berdua.
Dia mengira jika kedua anak tersebut hendak mencuri ikan. Akhirnya Remon dan Ndokus berusaha melarikan diri hingga ke dalam hutan.
Di sana mereka melihat sebuah rumah besar. Ternyata rumah ini merupakan milik jin penunggu hutan tersebut.
Tanpa rasa takut, Remon dan Ndokus masuk ke dalam rumah tersebut. Di sana banyak sekali harta dan emas yang bertebaran di mana saja.
Mata Remon dan Ndokus tertuju pada hidangan yang ada di atas meja. Karena merasa lapar, kedua kakak beradik ini langsung menghabiskan sajian tersebut.
Tidak lama kemudian, pulanglah jin penunggu hutan ke rumahnya. Karena lelah, dia berniat untuk memakan hidangan yang sudah dia persiapkan sebelumnya.
Namun jin ini hanya menemukan piring kosong di atas meja. Amarahnya langsung memuncak dan berniat untuk menjebak pencuri makanannya itu.
Keesokan harinya, jin ini kembali menghidangkan makanan di atas meja. Namun dia memberikan racun di semua makanan itu.
Akan tetapi, jin ini tidak tahu jika Remon dan Ndokus melihat hal itu dari sisi rumah. Mereka tentu membiarkan makanan itu di atas meja begitu saja.
Begitu sore tiba, jin tersebut kembali pulang ke rumah. Karena lelah beraktivitas, dia langsung memakan hidangan yang tersaji di atas meja.
Jin ini lupa jika makanan tersebut sudah dia beri racun sebelumnya. Alhasil jin tersebut tewas dan menemui ajalnya saat itu juga.
Sejak saat itu, Remon dan Ndokus tinggal di rumah tersebut dengan bergelimang harta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.