Thu,11 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bisnis Eksploitasi Alam Perparah Kekerasan terhadap Perempuan

Bisnis Eksploitasi Alam Perparah Kekerasan terhadap Perempuan

bisnis-eksploitasi-alam-perparah-kekerasan-terhadap-perempuan
Bisnis Eksploitasi Alam Perparah Kekerasan terhadap Perempuan
service

Kabar mengenai masyarakat mengalami berbagai persoalan ketika daerah mereka ada industri skala besar seperti sawit, kayu, tambang dan berbagai proyek infrastruktur termasuk yang berlabel proyek strategis nasional (PSN), terjadi dibanyak penjuru wilayah di Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Masyarakat adat, masyarakat lokal, petani, masyarakat pesisir, nelayan  mengalami kehilangan ruang hidup dan kerusakan lingkungan ketika investasi atau proyek besar datang. Perempuan, jadi pihak yang mengalami dampak berlipat ketika krisis terjadi. Para perempuan adat di Maluku, misal, mereka terkepung berbagai ancaman kekerasan imbas aktivitas perusahaan-perusahaan ekstraktif. Sebagian perusahaan itu mendapat izin dari pemerintah, namunada  juga yang ilegal tetapi dibiarkan. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, perempuan adat terancam perusahaan nikel. Di Seram Timur dan Utara, terancam perusahaan minyak dan gas.  Belum lagi ancaman dari aktivitas tambang emas di Kabupaten Buru dan Maluku Barat Daya. Ada juga pembangunan geotermal di Buru dengan lahan berisiko tumpang tindih dengan hutan adat dan permukiman warga. Perempuan di Maluku juga terancam oleh eksploitasi tambang marmer di Seram Bagian Barat dan pasir garnet di Seram Bagian Selatan. Ada juga galian C dan batu pelicin beton-aspal di Kei. Apriliska Titahena, perempuan adat Hunitetu Seram Bagian Barat sekaligus Koem Muda Maluku, salah satu yang khawatir dengan kondisi ini. Bagaimana tidak, dari luas daratan Maluku sekitar 46.914 km², kekayaan alam dalam kuasa banyak perusahaan. Imbasnya tidak hanya di daratan, juga pesisir, tempat hidup dan sumber pencaharian masyarakat rusak. “Ketika tambang-tambang ini merusak bagian di darat maka lautnya juga berdampak,” kata April. Yuk, segera followWhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan berita terbaru setiap…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.