Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. BMKG Ingatkan Cuaca Panas dan Kering Dominasi hingga 10 September 2026

BMKG Ingatkan Cuaca Panas dan Kering Dominasi hingga 10 September 2026

bmkg-ingatkan-cuaca-panas-dan-kering-dominasi-hingga-10-september-2026
BMKG Ingatkan Cuaca Panas dan Kering Dominasi hingga 10 September 2026
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi panas dan kering yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada awal September 2026. Meski demikian, hujan lokal hingga hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Prakirawan BMKG, Sentia, mengatakan pemantauan citra satelit pada 2 September 2026 menunjukkan masih terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Jumlah terbanyak terdeteksi di Kalimantan sebanyak 463 titik, disusul Sumatra sebanyak 264 titik.

Kondisi tersebut menyebabkan sebaran asap terdeteksi di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, dan Lampung. Asap di wilayah tersebut bergerak ke arah barat laut.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, asap bergerak ke arah utara-barat laut. Di Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, asap bergerak ke arah utara hingga timur laut.

Minimnya tutupan awan sejak pagi hingga siang hari turut meningkatkan pemanasan permukaan dan suhu udara. Pada akhir Agustus 2026, suhu maksimum tertinggi mencapai 37,9 derajat Celsius di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Dari 31 Agustus hingga 2 September 2026, suhu di atas 37 derajat Celsius juga tercatat di Aceh, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur,” ujar Sentia dalam tayangan  Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan yang berlaku 04 – 10 September 2026 diakses Arina.id Sabtu (5/9/2026).

Kekeringan hingga 121 Hari
Di sisi lain, sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan masih mengalami periode tanpa hujan dengan kategori panjang hingga sangat panjang. Durasi terlama tercatat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mencapai 121 hari.

Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada musim kemarau, BMKG menyebut peluang hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terbuka di beberapa daerah.

Pada periode 31 Agustus hingga 2 September 2026, curah hujan tercatat mencapai 111,6 milimeter per jam di Sumatra Utara, 101,8 milimeter per jam di Sumatra Barat, dan 82,5 milimeter per jam di Aceh.

Menurut Santia, kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, konvergensi angin, serta suhu muka laut yang hangat di sekitar Sumatra. Faktor tersebut mendukung pembentukan awan hujan.

“Faktor lokal seperti pemanasan permukaan dan kondisi topografi juga turut meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah,” katanya.

El Nino dan IOD Positif Pengaruhi September
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlangsung sepanjang awal hingga akhir September 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan rendah hingga sedang.

Santia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut berkontribusi mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia.

Kendati demikian, pertumbuhan awan dengan potensi hujan sedang hingga tinggi masih dapat terjadi, terutama di Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara.

Pada 4–10 September 2026, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada di sekitar pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, bagian tengah hingga timur Laut Arafura, dan sebagian besar Papua.

Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan aktif melintasi wilayah yang cukup luas, mulai dari Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Kondisi tersebut masih memungkinkan terjadinya hujan lokal di sebagian wilayah Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara. Namun, hujan cenderung bersifat sporadis dan berlangsung singkat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang
Untuk periode 4–6 September 2026, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia secara umum diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Pegunungan Papua. Selain itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Pegunungan Papua.

Adapun pada 7–10 September 2026, cuaca Indonesia secara umum diprakirakan berkisar antara berawan hingga hujan sedang.

Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Pegunungan Papua.

Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Menghadapi musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampaknya. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan melakukan langkah antisipasi demi keselamatan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.