Sat,13 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian dan Cara Mengatasinya

Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian dan Cara Mengatasinya

bolehkah-bayi-cegukan-diberi-asi?-ketahui-aturan-pemberian-dan-cara-mengatasinya
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian dan Cara Mengatasinya
service

Jakarta

Cegukan pada bayi sering membuat orang tua khawatir, terutama jika muncul di waktu menyusu. Tak sedikit Bunda yang bertanya-tanya, apakah bayi yang sedang cegukan boleh tetap diberi ASI, atau justru harus menunggu hingga cegukannya berhenti?

Kabar baiknya, dalam sebagian besar kasus, bayi cegukan tetap aman diberi ASI. Bahkan, menyusu bisa membantu meredakan cegukan secara alami.

Mengapa bayi bisa cegukan?

Secara medis, cegukan terjadi akibat kontraksi tak disengaja pada diafragma, yaitu otot yang berperan penting dalam proses bernapas. Pada bayi, sistem saraf dan otot ini masih dalam tahap pematangan, sehingga refleks cegukan lebih sering muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi klasik yang dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood menunjukkan bahwa cegukan merupakan fenomena fisiologis yang sangat umum pada bayi, bahkan dapat terjadi sejak dalam kandungan. Penelitian observasional ini mencatat bahwa cegukan bukanlah tanda gangguan kesehatan, melainkan bagian dari perkembangan sistem pernapasan bayi.

Beberapa pemicu cegukan pada bayi antara lain:

  • Menelan udara saat menyusu
  • Lambung yang masih kecil dan sensitif
  • Menyusu terlalu cepat
  • Perubahan suhu yang mendadak

Ya, boleh. Bayi yang cegukan tetap aman untuk menyusu, selama ia terlihat nyaman, tidak tersedak, dan napasnya teratur.

Meski belum ada uji klinis besar yang secara spesifik meneliti ‘efektivitas ASI untuk menghentikan cegukan’, berbagai panduan medis dan laktasi sepakat bahwa menyusui tidak berbahaya saat bayi cegukan.

Menurut sumber edukasi kesehatan anak dari Beba UK (British Paediatric Nutrition resource), menyusu justru dapat membantu:

  • Menenangkan diafragma
  • Mengatur ulang pola napas
  • Membantu bayi lebih rileks sehingga cegukan mereda dengan sendirinya

Prinsipnya mirip seperti orang dewasa yang minum air untuk membantu menghentikan cegukan.

Meski aman, ada kondisi tertentu Bunda sebaiknya menenangkan bayi terlebih dahulu, misalnya jika:

  • Bayi tampak rewel atau menangis keras
  • Cegukan disertai gumoh berlebihan
  • Bayi tampak tersedak atau kesulitan bernapas

Jika bayi sudah tenang, menyusu bisa dilanjutkan kembali.

Cara aman mengatasi cegukan pada bayi

Berikut beberapa cara yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan anak:

1. Tetap menyusui jika bayi nyaman

Menyusu dapat membantu merilekskan diafragma dan sering kali membuat cegukan berhenti dengan sendirinya.

2. Gendong bayi dengan posisi tegak

Menggendong bayi dalam posisi tegak selama 10–15 menit membantu udara keluar dari lambung dan mengurangi tekanan pada diafragma.

3. Sendawakan bayi

Panduan menyusui merekomendasikan menyendawakan bayi selama dan setelah menyusu untuk mencegah udara terperangkap, yang dapat memicu cegukan.

4. Perbaiki posisi dan perlekatan

Perlekatan yang baik saat menyusu mengurangi udara yang tertelan. Ini juga disebutkan dalam panduan laktasi dari berbagai organisasi kesehatan ibu dan anak.

5. Jaga suhu tubuh bayi

Hindari perubahan suhu mendadak yang dapat memicu refleks cegukan.

Hal yang tidak dianjurkan

Meski cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya, ada beberapa cara yang tidak dianjurkan oleh tenaga mediskarena berisiko dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat:

1. Memberi air putih atau cairan lain

Bayi di bawah usia 6 bulan tidak dianjurkan diberi air putih, termasuk saat cegukan. WHO dan IDAI menegaskan bahwa ASI sudah mencukupi kebutuhan cairan bayi. Pemberian air dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dan aspirasi.

2. Mengagetkan bayi untuk menghentikan cegukan

Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), mengagetkan bayi dapat memicu stres, meningkatkan denyut jantung, dan mengganggu sistem saraf yang masih berkembang. Cara ini tidak memiliki bukti medis dan tidak direkomendasikan oleh dokter anak.

3. Menepuk punggung bayi terlalu keras

DIkutip dari NHS UK, struktur tulang dan organ bayi masih sangat rentan. Menepuk punggung dengan keras berisiko menyebabkan ketidaknyamanan atau cedera ringan, serta tidak terbukti efektif menghentikan cegukan.

4. Mengoleskan gula, madu, atau bahan lain ke lidah bayi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun karena risiko botulisme infantil, sedangkan gula berisiko menyebabkan tersedak dan gangguan pencernaan.

5. Memaksa bayi terus menyusu saat terlihat tidak nyaman

Jika bayi tampak rewel, tersedak, atau napasnya tidak teratur, sebaiknya tenangkan bayi terlebih dahulu. Menyusui seharusnya dilakukan saat bayi dalam kondisi nyaman dan aman.

Kapan Bunda perlu konsultasi ke dokter?

Menurut panduan kesehatan anak dari Parents.com dan sumber medis lainnya, Bunda perlu berkonsultasi ke dokter jika:

  • Cegukan berlangsung sangat lama atau berulang terus-menerus.
  • Disertai muntah menyemprot.
  • Bayi tampak sangat rewel atau sulit menyusu.
  • Berat badan bayi sulit naik.
  • Cegukan sering muncul bersamaan dengan tanda refluks berat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.