Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG

5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG

5-fakta-siswi-berprestasi-di-karo-yang-diduga-hilang-ingatan-usai-keracunan-mbg
5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG
service

Jakarta

Kasus siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, Bunda. Ratusan siswa dilaporkan keracunan diduga usai mengonsumsi MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Seorang siswa berprestasi, Febiona Purba, menjadi salah satu dari sekian banyak murid SMA yang keracunan MBG di Kabupaten Karo. Febiona bahkan dididuga mengalami hilang ingatan usai keracunan.

Lantas, seperti apa fakta dari kasus dugaan keracunan MBG yang dialami Febiona? Simak penjelasannya berikut ini ya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa fakta terkait kasus siswi di Karo diduga hilang ingatan usai keracunan MBG:

1. Diduga hilang ingatan

Setelah menjalani perawatan karena keracunan MBG, Febiona mengalami masalah ingatan. Orang tuanya, Elvinus Lusiana Sitanggang mengatakan bahwa masalah ingatan yang dialami sang putri terjadi setelah dirawat tiga hari di rumah sakit. Sebelumnya, Febiona sempat mengalami kejang-kejang.

“Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya sudah kayak anak-anak,” ujar Elvinus, Senin (7/9/2026), dilansir detikcom.

Menurut Elvinus, putrinya juga sempat tidak mengenali orang-orang terdekatnya, termasuk anggota keluarga dan teman sekelas. Saat itu, Elvinus tidak mendapatkan penjelasan terkait kondisi yang dialami sang putri.

“Cuma di Rumah Sakit Haji hari itu gini katanya kan pindah ruangan, dibilangnya otaknya itu memang ada (terkena) gara-gara racun itu, katanya. Jadi sebenarnya ini dari ruang PICU juga sudah ada, kenapa enggak dilaporkan sama kami. Jadi, ya kami mana tahu,” ungkap Elvinus.

2. Merupakan murid berprestasi

Febiona diketahui merupakan murid berprestasi di sekolahnya, Bunda. Ia kerap mendapatkan peringkat pertama di kelas dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.

Sejak menjalani perawatan, Febiona pernah mengungkap keinginannya untuk segera masuk sekolah. Namun, kondisi yang belum memungkinkan membuatnya harus menunda hal tersebut.

“Selama ini belajar dia juara satu. Mulai dari kelas satu dia semester awal, dia juara satu. Terus dia wakil ketua OSIS di sekolahnya. Makanya dia selalu bilang, ‘Aku mau sekolah, aku mau sekolah’, katanya. Ya tapi kayak mana kita ngasih dia mau sekolah?” ujar Elvinus.

3. Hasil pemeriksaan Febiona

Dari hasil penyelidikan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatra Utara (Labkesda Sumut) menemukan tiga bakteri dalam MBG yang menyebabkan ratusan siswa di Kabupaten Karo keracunan. Kepala UPT Labkesda Sumut, Pulo, mengatakan uji sampel MBG dilakukan atas permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

“Bakteri yang kami temukan itu, ya, ada beberapa jenis yaitu Staphylococcus aureus, kemudian juga Bacillus cereus, dan juga Escherichia coli,” kata Pulo, Rabu (9/9/26).

“Racun ini yang akhirnya juga berpotensi mengakibatkan orang mual, kemudian muntah, lemas dan lain sebagainya dengan berbagai gejala,” tambahnya.

Namun, terkait adanya kasus siswi yang mengalami gangguan ingatan, Pulo mengaku pihaknya tidak dapat menjelaskan hal tersebut. Menurutnya, penjelasan tersebut hanya bisa dilakukan oleh ahli di bidang terkait.

Pada kasus Febiona sendiri, pihak terkait telah mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan. Menurut hasil pemeriksaan Electroencephalography atau EEG yang diungkap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo, aktivitas listrik saraf otak Febiona dalam batal normal.

“Hasil pemeriksaan yang disampaikan tim yang menangani di rumah sakit bahwa untuk pemeriksaan Electroencephalography atau EEG dan dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali di rumah sakit yang berbeda diperoleh hasil bahwa secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam batas normal,” kata Sekretaris Dinkes Karo Mardin Purba.

“Kemudian karena masih ada keluhan pada anak kita ini, maka tim memutuskan untuk terus melanjutkan atau belum menghentikan proses penanganan medis dan akan terus mendalaminya secara cermat,” sambungnya.

4. Kemenkes buka suara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara soal kasus yang dialami Febiona. Kemenkes belum dapat memastikan adanya keterkaitan antara gangguan ingatan yang dialami seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan program MBG.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman, kondisi Febiona saat ini sedang ditangani oleh spesialis. “Saat ini sedang ditangani di RS Adam Malik Medan oleh dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri,” kata Aji, Rabu (9/9/26).

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, juga memberikan penjelasan soal kondisi Febiona. Pihaknya bertemu dengan Febiona saat berada di RSUP Adam Malik Medan pada 8 September 2026. Saat itu, Febiona masih dapat mengenali anggota tim yang datang menjenguknya.

“Saat kami ketemu lagi tanggal 8 September di RS Adam Malik, yang bersangkutan masih mengenal kami dan kami berbicara dengan baik,” ujarnya.

Donal memastikan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Febiona. Pemantauan juga dilakukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

“Pada prinsipnya kami terus memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan, pimpinan kami Kepala BGN terus memperhatikan kondisi kesehatan korban siswa,” ungkapnya.

5. Tanggapan anggota DPR RI

Kasus yang dialami Febiona telah sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, meminta pihak-pihak terkait bisa memastikan kondisi Febiona membaik.

“Terkait kasus di Karo tentang adanya siswi yang hilang ingatan 70 persen pasca perawatan setelah kasus keracunan, saya minta pihak rumah sakit dan dokter memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan baik fisik maupun mental,” katanya, Kamis (10/9/26).

Menurut Yahya, bila gangguan yang dialami Febiona memang berkaitan dengan trauma akibat keracunan makanan, harus ada pihak yang perlu bertanggung jawab. “Kalau benar gangguan mental akibat keracunan makanan karena trauma harus ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Yahya juga meminta BGN membantu biaya perawatan Febiona, Bunda. Menurutnya, biaya tersebut tidak semestinya dibebankan kepada orang tua, apalagi bila hal itu terjadi akibat dampak pelaksanaan MBG.

“Saya minta BGN untuk membantu biaya perawatan yang bersangkutan sampai benar-benar sembuh total. Biaya perawatan rumah sakit tidak seharusnya ditanggung oleh orang tua siswa. Melainkan harus menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini BGN,” ujarnya.

Demikian fakta terkait siswi di Karo yang diduga hilang ingatan usai keracunan MBG.

(ank/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.