Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci

Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci

bukan-hal-tabu:-remaja-putri-perlu-paham-soal-menstruasi,-edukasi-dan-fasilitas-sanitasi-jadi-kunci
Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci
service

Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci


Bagi remaja, menstruasi jadi momen yang bisa jadi bikin resah. Di sinilah, edukasi jadi penting agar mereka bisa lebih paham tentang seluk-beluk menstruasi yang sedang mereka alami.

Biasanya, remaja perempuan mengalami menstruasi pertama saat berusia 10 hingga 15 tahun dan rata-rata mengalaminya pada usia 12–13 tahun. Tak jarang pula, remaja akan menghadapi menstruasinya itu dengan kebingungan, terutama karena siklusnya belum teratur.

“Dalam hal ini, sejak menstruasi pertama siklusnya akan menjadi 90 hari sekali. Pada tahun kedua akan berubah menjadi maksimal 45 hari. Kemudian pada tahun ketiga siklus tersebut akan normal menjadi 21-30 hari. Namun jika sudah menstruasi teratur kemudian berhenti selama enam bulan, itu disebut dengan amenorrhea sekunder,” ujar Guru Besar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG(K), M.P.H., dalam keterangan tertulis.

Apa yang disampaikan Andon merupakan gambaran mengenai salah satu tantangan yang harus dihadapi remaja putri saat mengalami menstruasi pertama. Faktanya, masih ada pula sederet hal lain yang juga tak kalah menantang.

Sebagian masyarakat masih menganggap menstruasi sebagai topik yang tabu dan terlalu sensitif untuk dibicarakan secara terbuka. Akses informasi yang kurang akurat juga bisa menimbulkan kecemasan. Belum lagi jika berbicara tentang fasilitas yang ada di sekolah.

Sebagai remaja, sudah tentu banyak waktu mereka yang dihabiskan di sekolah. Meski demikian, fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah kadang juga tidak selalu bisa ditemui. Berdasarkan Data Sanitasi Sekolah Menengah Pertama Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, rasio toilet laki-laki tercatat sebesar 1:85 dan rasio toilet perempuan 1:74. Angka tersebut masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah. Bahkan, belum ada provinsi yang memenuhi standar rasio tersebut.

Menstruasi jelas bukan perkara remeh bagi remaja putri. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai adalah hal yang wajib ada agar remaja putri dapat belajar dengan optimal.

“Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan nyaman dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal.

Pentingnya edukasi dan lingkungan sekolah yang lebih suportif untuk menjaga kesehatan menstruasi remaja putri ini juga ditegaskan oleh dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG. Ia menjelaskan bahwa edukasi kesehatan menstruasi sejak usia remaja berperan penting dalam membantu remaja memahami perubahan tubuhnya secara tepat.

“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat, termasuk menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi. Dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi,” tuturnya.

Dengan berbagai situasi yang ada, sudah tentu salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah aktif memberi edukasi para remaja putri sekaligus mendukung sekolah agar menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai bagi siswanya. Hal ini tentu tidak bisa semata mengandalkan pemerintah saja, namun swasta pun perlu ikut terlibat.

Swasta Ajak Remaja Putri Jaga Kebersihan Saat Menstruasi, Mengapa Tidak?

Salah satu pihak swasta yang diketahui aktif berperan dalam edukasi remaja putri dan penyediaan fasilitas sanitasi di sekolah adalah WINGS Group. Perusahaan tersebut baru saja secara resmi meluncurkan rangkaian program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah melalui program WINGS for UNICEF bersama Hers Protex dan UNICEF.

MKM merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung peningkatan praktik kebersihan menstruasi serta akses edukasi air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan. Apalagi, WINGS memang punya pengalaman dalam menyediakan produk sanitasi yang ditujukan kepada remaja putri yang sedang menstruasi, yakni pembalut Hers Protex.

WINGS melakukan edukasi langsung ke total 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar melalui kampanye Generasi Bersih Sehat dengan menjangkau 2.000 siswi SMP dan 2.000 orang tua. Dalam kegiatan edukasi tersebut, WINGS berbagi pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi serta memilih pembalut yang tepat dan nyaman.

“Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi,” ujar Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group Indonesia, Stella.

Sebagai bagian dari implementasi program tahun 2026, rangkaian edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi dilaksanakan di 20 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar pada bulan Mei hingga Juli melalui kegiatan sosialisasi kesehatan dan kebersihan menstruasi di sekolah, serta penguatan pemahaman mengenai pentingnya praktik kebersihan menstruasi dan dukungan lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.