Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bunda Ini Tolak Berikan ASI Perah untuk Adiknya yang Kesulitan Menyusui

Bunda Ini Tolak Berikan ASI Perah untuk Adiknya yang Kesulitan Menyusui

bunda-ini-tolak-berikan-asi-perah-untuk-adiknya-yang-kesulitan-menyusui
Bunda Ini Tolak Berikan ASI Perah untuk Adiknya yang Kesulitan Menyusui
service

Jakarta

Dalam dunia parenting, isu seputar berbagi ASI perah (ASI perah/donor breastmilk) sering jadi topik hangat. Baru-baru ini, dikutip dari SheKnows Parenting, keputusan seorang Bunda untuk menolak memberikan ASI perah (ASIP) kepada adiknya sendiri memicu perbincangan hangat. 

Banyak yang mengira berbagi ASI antar saudara adalah hal wajar, apalagi jika sama-sama keluarga dekat. Namun, kisah ini menunjukkan bahwa urusan menyusui tak sesederhana itu.

Dalam cerita tersebut, sang Bunda memiliki stok ASI perah yang cukup banyak hasil memerah dari produksi ASI-nya sendiri. Ia memulai dengan menjelaskan bahwa ia melahirkan bayi yang meninggal saat lahir lima minggu lalu dan saudara perempuannya melahirkan bayi laki-laki yang sehat empat minggu lalu.

Ketika adiknya yang baru saja melahirkan mengalami kesulitan menyusui, sang adik pun meminta ASI perah kakaknya sebagai solusi agar bayinya tetap mendapat nutrisi ibu. Namun, sang Bunda memilih untuk menolak permintaan tersebut bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena beberapa alasan yang cukup kuat dan membuat warganet di Reddit ramai membahasnya. 

Alasan penolakan yang dipahami banyak orang

Bunda tersebut menegaskan bahwa keputusannya bukan karena ego atau tidak peduli, melainkan karena beberapa pertimbangan penting, antara lain:

1. Kesehatan dan keamanan bayi

ASI memang makanan terbaik untuk bayi, tetapi proses donor ASI tidak bisa sembarangan. Ada risiko penularan penyakit tertentu jika ASI tidak melalui proses skrining medis yang tepat.

2. Kondisi fisik dan mental 

Memerah ASI membutuhkan tenaga, waktu, dan komitmen ekstra. Sang Bunda mengaku tengah kewalahan menjaga keseimbangan mentalnya sehingga dirinya merasa terbebani dengan permintaan adiknya.

3. Tak ingin menjadi ketergantungan

Ia khawatir pemberian ASIP justru membuat adiknya semakin tertekan dan merasa ‘gagal’ menyusui, alih-alih mendapat dukungan untuk mencari solusi jangka panjang bersama tenaga medis.

4. ASI ibu adalah hak bayi

Menurutnya, ASI yang diproduksi tubuhnya adalah kebutuhan utama untuk bayinya sendiri, terutama di masa awal kehidupan.

Infografis Manfaat ASI EksklusifManfaat ASI Eksklusif/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

Reaksi netizen: Beragam dan emosional

Banyak sekali komentator Reddit yang membanjiri platform tersebut untuk meyakinkannya bahwa dia tidak salah. Banyak orang menekankan bahwa dia telah mengalami kehilangan yang traumatis dan ini bukanlah cara yang tepat untuk memperlakukannya.

“Saya sangat menyesal atas kehilangan tragis Anda. Saya benar-benar terkejut betapa egois dan tidak pengertiannya saudara perempuan Anda,” tulis seseorang. 

“Anda baru saja mengalami mungkin salah satu hal terburuk yang dapat dialami manusia. Kehilangan, trauma, dan kesedihan karena bayi lahir mati adalah rasa sakit yang tak terbayangkan yang bahkan tidak dapat saya bayangkan. Keluarga seharusnya mendukung Anda dan suami! Astaga! Anda berhak melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk mencoba bertahan hidup saat ini,” tulis lainnya.

“Anda seharusnya tidak dipaksa untuk melanjutkan produksi ASI kemudian memompa ASI ketika ini adalah saatnya berduka. Anda cukup baik untuk melanjutkan selama 2 minggu tambahan, dia perlu bersyukur dan melanjutkan hidup,” ujar seseorang.

Yang lain mencatat betapa sulit dan memakan waktu memompa ASI dan betapa tidak adilnya mengharapkan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu.

“Saya melakukannya selama 6 bulan untuk bayi saya, saya tidak akan melakukannya untuk keponakan,” kata seseorang. 

“Maaf, tapi tidak. Sepanjang hari dihabiskan untuk memompa, mencuci peralatan, dll. Belum lagi mastitis dan semua hal menyenangkan lainnya. Ini juga alasan mengapa saya berhenti meskipun saya bisa memompa lebih lama. Kakaknya benar-benar menyebalkan,” ujar lainnya.

Fakta medis: Donor ASI tidak sembarangan

Di balik perdebatan emosional tersebut, para ahli menegaskan bahwa donor ASI memang tidak bisa dilakukan sembarangan. ASI merupakan cairan biologis yang dapat membawa virus, bakteri, atau zat tertentu dari tubuh ibu ke bayi penerima.

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahwa pemberian ASI dari individu lain tanpa proses skrining medis berisiko menularkan penyakit seperti HIV atau hepatitis, serta risiko kontaminasi akibat penyimpanan yang tidak aman. Oleh karena itu, FDA tidak merekomendasikan donor ASI informal tanpa pengawasan medis.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menekankan bahwa donor ASI sebaiknya dilakukan melalui bank ASI resmi, di mana pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan dan ASI diproses dengan standar keamanan tertentu, termasuk pasteurisasi.

Para pakar menyarankan ibu yang kesulitan menyusui untuk terlebih dahulu mendapatkan pendampingan konselor laktasi, karena banyak masalah menyusui sebenarnya bisa diatasi dengan dukungan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.