Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bunda yang Pernah Diet Yoyo Berpotensi Naik BB Lebih Banyak saat Hamil, Ini Hasil Studi Terbaru

Bunda yang Pernah Diet Yoyo Berpotensi Naik BB Lebih Banyak saat Hamil, Ini Hasil Studi Terbaru

bunda-yang-pernah-diet-yoyo-berpotensi-naik-bb-lebih-banyak-saat-hamil,-ini-hasil-studi-terbaru
Bunda yang Pernah Diet Yoyo Berpotensi Naik BB Lebih Banyak saat Hamil, Ini Hasil Studi Terbaru
service

Jakarta

Diet yoyo menjadi salah satu program diet yang tidak dianjurkan oleh banyak pakar kesehatan. Diet ini merujuk pada siklus berulang penurunan berat badan yang disengaja dan diikuti oleh kenaikan berat badan kembali dalam waktu singkat.

Diet yoyo ternyata juga bisa memengaruhi kehamilan, Bunda. Studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open mengungkap bahwa perempuan yang pernah menjalani diet yoyo berpotensi mengalami peningkatan berat badan yang lebih tinggi selama kehamilan.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 1.188 ibu hamil yang berpartisipasi dalam New Hampshire Birth Cohort Study. Para peneliti menganalisis data tersebut antara April 2024 dan September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara perempuan yang termasuk dalam penelitian ini, hampir setengahnya melaporkan setidaknya satu episode fluktuasi berat badan selama menjalani diet. Para peneliti menemukan hubungan yang bergantung pada dosis antara riwayat fluktuasi berat badan dan penambahan berat badan selama kehamilan, yang berarti penambahan berat badan selama kehamilan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah siklus penurunan berat badan sebelum hamil.

Secara singkat, berikut hasil studi yang mengungkap dampak diet yoyo terhadap kenaikan berat badan selama hamil:

  • Semakin sering seorang perempuan mengalami efek diet yoyo, maka semakin besar pula risikonya mengalami kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan.
  • Perempuan yang pernah mengalami satu kali siklus diet yoyo rata-rata mengalami kenaikan berat badan lebih banyak saat hamil.
  • Angka tersebut meningkat pada mereka yang mengalami dua kali siklus diet, dan menjadi paling tinggi pada perempuan yang telah menjalani tiga kali atau lebih siklus diet yoyo.
  • Perempuan yang mengalami tiga kali atau lebih siklus naik turun berat badan diketahui hampir tiga kali lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan di atas rekomendasi selama hamil.

Para penulis studi mengatakan bahwa temuan studi ini tetap signifikan setelah memperhitungkan faktor-faktor termasuk usia, riwayat merokok, tingkat pendidikan, dan indeks massa tubuh.

Para peneliti juga mencatat bahwa penambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan telah dikaitkan dalam penelitian sebelumnya, yakni hasil buruk bagi ibu dan bayi, termasuk berat lahir yang lebih tinggi dan retensi berat badan pasca persalinan.

Bahaya diet yoyo bagi kesehatan

Diet yoyo atau dikenal weight cycling bisa meninggalkan dampak buruk bagi kesehatan. Dikutip dari Web MD dan Healthline, berikut beberapa bahayanya:

1. Bisa menyebabkan hilangnya massa otot

Selama diet penurunan berat badan, tubuh kehilangan massa otot serta lemak. Ketika berat badan naik kembali, lemak akan menumpuk lebih dulu. Namun, nafsu makan tetap tinggi sampai otot benar-benar ‘kembali’, yang berarti lemak akan terus bertambah.

Perubahan tersebut bisa menyebabkan pola diet terganggu, Bunda. Bila mengulangi siklus diet ini sebanyak tiga kali, maka kita juga akan mendapatkan tiga masalah sekaligus, yakni berat badan dan lemak bertambah, sementara massa otot berkurang.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Diet yoyo juga bisa memicu banyak peradangan dan membuat kita lebih resisten terhadap insulin. Beberapa studi mengaitkan diet ini dengan diabetes tipe 2.

Meskipun diabetes belum terlihat pada semua penelitian manusia yang menjalani diet yo-yo, tapi kemungkinan besar peningkatan risikonya terjadi pada orang yang akhirnya mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi daripada sebelum diet.

3. Memicu rasa frustrasi

Orang dewasa dengan riwayat diet yoyo melaporkan rasa tidak puas dengan kehidupan dan kesehatan mereka. Hal ini karena efek penurunan berat badan dalam diet yoyo yang cepat hilang.

Orang yang menjalani diet yoyo juga melaporkan kurangnya kepercayaan diri terkait tubuh dan kesehatan. Dengan kata lain, mereka merasa kehilangan kendali atas tubuh akibat diet ini.

Demikian kaitan antara diet yoyo sebelum hamil dan peningkatan berat badan selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.