Jakarta –
Rasanya semakin banyak orang yang pura-pura baik, padahal sebenarnya tidak. Hal ini membuat Bunda sulit mengetahui siapa yang benar-benar bisa dipercaya.
Banyak orang yang bersikap manis secara palsu melakukannya karena mereka menginginkan kendali lebih besar atau berharap mendapatkan keuntungan lain.
Berbeda dengan orang yang benar-benar baik hati, mereka yang tidak tulus bersikap manis demi memajukan kepentingan pribadi, bukan karena ingin memberikan dukungan penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak selalu mudah untuk mengenali kapan kebaikan seseorang itu palsu, tetapi ada beberapa ucapan sehari-hari yang bisa menjadi petunjuk.
9 Kalimat yang sering diucapkan orang pura-pura baik
Dilansir Your Tango, orang yang pura-pura baik kerap mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini dalam percakapan yang paling santai sekalipun:
1. “Aku hanya berusaha jujur padamu”
Orang yang pura-pura baik biasanya akan memberikan kejujuran yang berlebihan. Mereka mungkin akan menyampaikan kata-kata yang menyakitkan dan mengklaim bahwa itu adalah yang terbaik.
Psikoterapis Avrum Weiss menjelaskan bahkan sesuatu yang benar-benar menyinggung dan kemudian buru-buru menutupinya dengan mengaku jujur, jelas tidak memiliki niat baik terhadap Bunda.
2. “Kita perlu bertemu suatu saat nanti”
Mereka yang sebenarnya tidak baik hanya akan memberikan Bunda perhatian secukupnya agar dianggap peduli.
Orang-orang tersebut akan meyakinkan bahwa mereka akan segera menghabiskan waktu bersama Bunda, tetapi kemudian tidak pernah melakukannya.
3. “Aku tidak menyangka itu darimu”
Sebenarnya, menyenangkan ketika seseorang mengakui bahwa Bunda berhasil melakukan sesuatu melebihi ekspektasinya.
Namun, hal itu menjadi tidak menyenangkan jika disampaikan dengan nada yang merendahkan. Ucapan seperti ini secara tersirat menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menyangka Bunda mampu melakukan hal tersebut sejak awal.
Ini termasuk pujian yang sebenarnya mengandung sindiran. Menurut pakar hubungan Jessica Alderson, backhanded compliment adalah ucapan yang terdengar positif, tetapi di baliknya terdapat hinaan atau kritik secara halus.
4. “Beri tahu aku kalau kamu membutuhkan sesuatu”
Secara teknis, orang lain menawarkan bantuan, tetapi melakukannya dengan cara yang tidak pasti memperjelas bahwa mereka sebenarnya tidak peduli. Kemungkinan besar mereka berharap Bunda tidak akan benar-benar menerima tawaran tersebut.
Ketika menunjukkan ketidakjujuran semacam ini, biasanya itu berarti mereka berharap mendapatkan keuntungan dari Bunda dengan cara tertentu.
5. “Aku juga berpikir hal yang sama”
Orang yang pura-pura baik biasanya setuju dengan apa pun yang dikatakan dan membiarkan Bunda percaya bahwa mereka memiliki ide yang sama hanya agar mereka dapat memanfaatkan Bunda.
Ini hanyalah sanjungan, yang bukan pujian sejati. Ketika seseorang menyanjung Bunda dengan niat buruk di baliknya, mereka melakukan dengan cara yang mereka tahu akan Bunda hargai, sehingga mereka bisa memperoleh kekuasaan dan memanipulasi.
6. “Apa pun yang cocok untukmu, itu tidak masalah”
Seseorang yang menyuruh untuk langsung melakukan apa pun yang menurut Bunda terbaik sebenarnya sedang berusaha menghindari konflik.
Hal ini sering kali terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu, tetapi mustahil untuk mempertahankan hubungan seperti ini dalam jangka panjang.
7. “Aku hanya ingin membantu”
Mendapat bantuan memang biasanya dianggap sebagai hal yang baik. Namun, ada orang yang menggunakan alasan ingin membantu untuk mengendalikan orang lain.
Psikolog klinis Kia-Rai Prewitt menjelaskan bahwa guilt-tripping terjadi ketika seseorang sengaja membuat orang lain merasa bersalah karena tidak mau melakukan sesuatu yang diinginkannya. Jadi, tawaran bantuan yang terlihat baik bisa saja sebenarnya digunakan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
8. “Kamu yang terbaik”
Validasi yang tidak tulus semacam ini digunakan oleh orang-orang yang ingin mengambil hati Bunda agar mereka dapat memanfaatkan dengan cara yang menguntungkan mereka.
Psikolog Leon F. Seltzer bahkan menyebutkan sebagai penyuapan verbal. Sebenarnya itu hanyalah cara seseorang untuk tampak peduli sehingga mereka dapat mengambil keuntungan dari Bunda.
9. “Semoga Tuhan memberkatimu”
Ungkapan ini sekilas terdengar seperti doa yang baik, tetapi dalam situasi tertentu justru bisa mengandung sindiran atau penilaian.
Kalimat tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan seolah-olah seseorang merasa prihatin, padahal sebenarnya sedang menyampaikan ketidaksetujuan terhadap orang lain.
Ucapan seperti ini juga sering dipakai untuk membuat kritik terdengar lebih halus. Perkataan yang sebenarnya menyakitkan bisa terasa tidak terlalu kasar ketika diakhiri dengan kalimat yang seolah menunjukkan kepedulian.
Nah, itulah beberapa ucapan yang kerap disampaikan orang yang berpura-pura baik. Hati-hati, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)





Comments are closed.