Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) membeberkan tujuan rencana peminjaman uang sebesar Rp31 miliar kepada PT Bara Alam Utama (BAU). Hal ini disampaikan manajemen setelah mendapat pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penggunaan peminjaman itu.
Presiden Direktur CASH, Willy Chandry mengatakan alasan perusahaan meminjam uang karena dana dari hasil operasional Perseroan saat ini belum mencukupi untuk menutupi seluruh biaya operasional yang meningkat.
“Terutama akibat investasi infrastruktur TI, pemeliharaan perangkat EDC, dan kebutuhan modal kerja,” ujar dia dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat, 6 Maret 2026.
Adapun, perincian rencana penggunaan dana pinjaman yang diterima dari BAU akan digunakan untuk pembelian hardware dan software sebesar Rp201.500.000, pembelian perangkat Electronic Data Capture (EDC) senilai Rp24.800.000, dab untuk modal kerja sebesar Rp30.773.700.000.
BEI kemudian bertanya mengenai cara CASH melunasi peminjaman ke BAU. Willy menyebut, Perseroan sedang melakukan rencana pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) dengan salah satu agendanya yaitu persetujuan rencana right issue untuk memperkuat struktur permodalan.
Menurutnya, rencana right issue ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis dan kebutuhan modal kerja Perseroan secara berkelanjutan sehingga
dapat dijelaskan sebagai berikut:
i. Sumber kas pembiayaan pelunasan pinjaman pokok dan bunga Perseroan direncanakan melalui operasional perusahaan pada tahun 2027.
ii. Pinjaman Perseroan kepada BAU diperpanjang masa jatuh temponya dengan dikenakan denda jika tidak dilakukan pelunasan pada saat jatuh tempo
Lebih jauh Willy menyadari jika adanya bunga sebagai biaya pinjaman sebesar 15 persen per tahun atau sekitar Rp15,5 miliar. Namun begitu ia menegaskan jika Perusahaan senantiasa berupaya memenuhi tanggung jawab secara adil dan transparan.
Di sisi lain, Willy menyampaikan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 saldo terhutang tercatat sebesar Rp91,4 miliar. Selain itu, perusahaan juga menerima sisa pinjaman pokok tahun sebelumnya sebesar Rp3,4 miliar pada Januari 2026. (*)





Comments are closed.