Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Cara Melindungi Keluarga dari Pengaruh Radikalisme di Ruang Digital

Cara Melindungi Keluarga dari Pengaruh Radikalisme di Ruang Digital

cara-melindungi-keluarga-dari-pengaruh-radikalisme-di-ruang-digital
Cara Melindungi Keluarga dari Pengaruh Radikalisme di Ruang Digital
service

Mubadalah.id – Media informasi dan komunikasi juga dapat menjadi lahan subur untuk mensosialisasikan dan menumbuhkan gagasan keagamaan yang radikal. Kita tahu bahwa salah satu misi gerakan radikalisme adalah menguasai media informasi.

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak muncul gagasan dan wacana keagamaan yang beredar di media, terutama media online, yang ditulis oleh kelompok-kelompok ini. Perang wacana untuk merebut pengaruh masyarakat benar-benar sangat serius.

Karena itu, penting bagi keluarga untuk membangun perlindungan tersendiri dari pengaruh keagamaan yang radikal.

Radikalisme agama sendiri berarti pemahaman agama yang menuntut kembali pada sumber aslinya secara ketat.

Terlebih paham yang berkembang dalam radikalisme adalah paham keagamaan yang berupaya berpegang pada akar yang paling mendasar, dengan penerapan yang dianggap harus dilakukan dalam keadaan apa pun, baik dalam ranah privat maupun publik.

Namun, pandangan radikalisme sering kali dengan sikap yang memutlakkan kebenaran sendiri dan bersifat kaku, menolak pendapat orang lain, serta mudah menyesatkan atau bahkan mengkafirkan pihak yang tidak sepaham. Hal seperti ini dapat memicu aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu.

Di sinilah pentingnya bekal pemahaman dan wawasan agama yang baik dan luas bagi pasangan suami-istri maupun calon pengantin. Orang tua perlu membekali anak-anak dengan nilai-nilai kemanusiaan dan norma-norma agama, serta membiasakan untuk menjalankannya secara taat.

Dengan demikian, setiap anggota keluarga memiliki pegangan dan prinsip kehidupan yang kuat. Hal ini membuat mereka tidak mudah terpengaruh oleh tafsir agama yang mengarah pada radikalisme. Inilah fungsi keluarga secara religius sekaligus protektif. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 133

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.