Wed,2 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Hobi Duduk Seharian? Waspada Bun, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Hobi Duduk Seharian? Waspada Bun, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

hobi-duduk-seharian?-waspada-bun,-kebiasaan-sepele-ini-bisa-tingkatkan-risiko-kanker
Hobi Duduk Seharian? Waspada Bun, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
service

Jakarta

Bunda suka mager dan bisa duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak? Waspada, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata tidak baik jika dilakukan terus-menerus.

Terlalu lama duduk dan minim aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita terlalu banyak duduk?

Malas gerak (mager) atau sedentary lifestyle mungkin menjadi gaya hidup sebagian orang. Tidak sedikit dari mereka lebih memilih duduk, daripada aktif bergerak. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu munculnya kanker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duduk terlalu lama dan risiko kanker

Namun, kanker dan sedentary lifestyle ini keduanya tidak secara langsung berhubungan. Hal ini, karena penyebab kanker itu sendiri multifaktoral, sehingga tidak bisa hanya mengacu kepada satu penyebab.

Spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi, dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi mengatakan hubungan kanker dan hidup bermalas-malasan berkaitan dengan obesitas.

“Jadi kaitannya dengan obesitas ujungnya. Karena sudah diakui dari penelitian-penelitian yang sudah dipublikasi bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk memicu terjadinya kanker,” kata dr Santi saat temu media di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

“Jadi gaya hidup yang seperti ini sudah tentu akan membuat orang itu akan bertambah BMI-nya (Body Mass Index), sehingga massa ototnya menjadi kurang,” lanjutnya.

Hubungan antara sedentary lifestyle dan kanker juga didukung oleh penelitian yang terbit tahun 2026 berjudul “Sedentary behaviour and cancer risk: a World Cancer Research Fund International Global Cancer Update Programme (CUP Global) systematic literature review and meta-analysis”.

Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa perilaku kurang gerak yang berkepanjangan kemungkinan merupakan penyebab kanker payudara dan kanker usus besar, sementara bukti sugestif terbatas mendukung hubungan positif untuk beberapa pasangan paparan-kanker lainnya, termasuk kanker paru-paru dan kanker ovarium.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.