Wed,2 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi

Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi

proses-pemilihan-ketua-osis,-tata-cara-dan-manfaatnya-bagi-siswa-sebagai-pembelajaran-demokrasi
Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi
service

Jakarta

Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu kegiatan penting di lingkungan sekolah. Selain memiliki pemimpin siswa, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran demokrasi, Bunda.

Proses pemilihan Ketua OSIS melibatkan pencalonan, penyampaian visi dan misi, hingga pemberian suara. Selama proses tersebut, siswa dapat memahami pentingnya partisipasi, kebebasan memilih, serta sikap bertanggung jawab dalam menentukan pemimpin.

Melansir dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu contoh nyata dari pelaksanaan prinsip demokrasi di lingkungan sekolah. Demokrasi di pemilihan ini merupakan cerminan dari peran siswa dalam memilih pemimpin yang akan mewakili dan mengadvokasi kepentingan mereka di sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, demokrasi dalam proses pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu fondasi utama untuk mewujudkan tujuan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Proses pemilihan ini bukan sekadar membagikan suara, tetapi lebih merupakan sebuah perjalanan pendidikan bagi para siswa. Mereka dapat belajar pentingnya partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pemilihan pemimpin yang sesuai, dan penghormatan terhadap berbagai macam pendapat,” demikian isi ulasan.

Simulasi pemilihan umum di sekolah dan manfaatnya

Pemilihan Ketua OSIS bisa menjadi sarana pengenalan dasar terhadap sesuatu yang lebih besar, seperti pemilihan umum (Pemilu). Saat memilih, siswa dapat menentukan pemimpin mana yang akan berdampak besar pada kebijakan di sekolah.

Sebelum dilakukan pemilihan yang resmi, sekolah juga dapat melaksanakan kegiatan simulasi. Siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yang bertindak sebagai calon, panitia pemilihan, dan pemilih.

Setiap calon Ketua OSIS lalu diberikan kesempatan untuk berkampanye. Mereka bisa menyampaikan visi dan misi di depan teman-teman yang berperan sebagai pemilih.

“Tujuan pembelajaran, siswa dapat memahami mekanisme pemilihan umum yang demokratis, pentingnya hak suara, serta tanggung jawab sebagai pemilih,” tulis Widya Trio Pangestu dalam buku Pembelajaran PKN SD Berorientasi Outdoor Learning.

“Hasilnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang pemilu, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan sekolah, dengan sikap yang lebih aktif terhadap kegiatan demokrasi.”

Tata cara dalam pemilihan Ketua OSIS di sekolah

Pemilihan Ketua OSIS dapat digelar selayaknya Pemilu, Bunda. Melansir dari laman Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jambi, tahapan dalam pemilihan dapat dimulai dari jadwal pendaftaran, verifikasi data calon, pengundian nomor urut, masa kampanye, penyampaian visi dan misi kandidat, hari pencoblosan, sidang pleno penetapan kandidat, hingga acara pelantikan dan serah terima jabatan.

Nah, untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS, setiap kandidat calon harus memenuhi berbagai persyaratan. Misalnya, pasangan calon harus di usung dari partai peserta atau lewat jalur independen di mana kandidat mendapat dukungan tiap kelas minimal lima siswa.

Setiap kandidat juga perlu memenuhi persyaratan dokumen, seperti menyertakan kartu pelajar, dan memiliki visi dan misi untuk dibawa dalam kampanye.

Di hari pemungutan suara, sekolah dapat menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang beranggotakan beberapa panitia. Setiap panitia memiliki tugas yang berbeda, seperti memberikan kertas suara, mengarahkan pemilih ke bilik suara, menjaga kotak suara, dan menjaga keamanan selama pemilihan.

Setelah pemungutan suara, ketua panitia dapat memimpin perhitungan. Layaknya pemilu, kertas suara yang digunakan pemilih juga perlu dipastikan sah sesuai ketentuan.

Setelah ketua dan wakil ketua terpilih dengan suara terbanyak, mereka harus mengajukan calon pembantunya kepada MPK (Majelis Perwakilan Kelas). MPK lalu melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon pembantunya tersebut.

Demikian serba-serbi pemilihan Ketua OSIS dan manfaatnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.