Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Dekarbonisasi Transportasi Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi demi Masa Depan Generasi Indonesia

Dekarbonisasi Transportasi Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi demi Masa Depan Generasi Indonesia

dekarbonisasi-transportasi-bukan-sekadar-kurangi-emisi,-tapi-demi-masa-depan-generasi-indonesia
Dekarbonisasi Transportasi Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi demi Masa Depan Generasi Indonesia
service

Arina.id-Sebagai upaya dekarbonisasi sektor transportasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan upaya tersebut bukan hanya agenda lingkungan hidup, melainkan bagian dari ikhtiar pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, menekan biaya logistik, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri Indonesia Zero Emission Heavy Duty Vehicle (IZEHDV) Forum di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (23/7/2029).

Menurut Menko AHY, masyarakat saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Konflik geopolitik di berbagai belahan dunia telah memicu gangguan rantai pasok energi global, mendorong kenaikan harga minyak, hingga berdampak pada harga berbagai kebutuhan pokok. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian energi agar tidak semakin rentan terhadap gejolak eksternal.

“Di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus memiliki semangat mewujudkan kemandirian energi. Ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan, industri terus berkembang, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dengan pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan tidak terganggu,” ujar Menko AHY.

Namun demikian, Menko AHY mengingatkan meningkatnya kebutuhan energi juga diikuti dengan meningkatnya emisi karbon yang berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, transisi menuju energi baru terbarukan harus dilakukan secara bertanggung jawab.

“Yang kita lakukan hari ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan saat ini, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada anak cucu di masa depan. Pembangunan tidak boleh berhenti, tetapi juga harus tetap menjaga bumi yang kita wariskan,” tegas Menko AHY.

Menko AHY menjelaskan sekitar 55 persen emisi karbon Indonesia berasal dari sektor energi. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 persen berasal dari sektor transportasi, dan sekitar 89 persen di antaranya disumbang oleh transportasi darat. Kendaraan berat memang hanya sekitar tiga juta unit, namun berkontribusi sekitar 31 persen terhadap emisi karbon sektor transportasi darat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah dekarbonisasi, mulai dari peningkatan efisiensi energi, percepatan elektrifikasi kendaraan, hingga pengembangan kendaraan listrik nasional, termasuk truk dan bus listrik.

“Elektrifikasi kendaraan memerlukan dukungan kebijakan, edukasi kepada masyarakat, serta insentif yang tepat. Di saat yang sama, kita juga ingin industri kendaraan listrik dalam negeri terus berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” kata Menko AHY.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga terus memperluas penggunaan biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Menurut Menko AHY, semakin besar pasokan energi yang berasal dari dalam negeri, semakin kecil pula ketergantungan Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi situasi geopolitik internasional.

“Ketika terjadi konflik atau gangguan jalur distribusi energi dunia, dampaknya langsung terasa pada harga dan pasokan energi. Karena itu, penguatan elektrifikasi maupun pemanfaatan biodiesel merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan energi nasional sekaligus mengurangi beban impor,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menata persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan serius bagi keselamatan transportasi nasional.

Menurutnya, praktik ODOL tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang setiap tahunnya membutuhkan anggaran puluhan triliun rupiah untuk perbaikan.

“Kendaraan ODOL membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menyebabkan kerusakan jalan yang sangat besar. Setiap tahun pemerintah harus mengalokasikan lebih dari Rp40 triliun untuk preservasi jalan yang rusak akibat kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan,” ungkapnya.

Menko AHY menekankan penanganan ODOL harus dilakukan secara bertahap, tegas, dan berkeadilan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga pelaku usaha.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan moda angkutan logistik yang lebih efisien, seperti optimalisasi jalur kereta api logistik dan peningkatan kapasitas logistik maritim agar ketergantungan terhadap angkutan jalan dapat dikurangi.

“Ketika kita mampu mengurangi kendaraan ODOL, kita bukan hanya menekan emisi karbon, melainkan juga mengurangi angka kecelakaan, menghemat biaya perbaikan jalan, sekaligus menciptakan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing. Semua ini pada akhirnya kembali kepada kepentingan masyarakat, agar biaya logistik turun, distribusi barang semakin lancar, dan harga kebutuhan masyarakat semakin terkendali,” tutup Menko AHY.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menyampaikan semua pihak harus mewujudkan kemandirian energi melalui transformasi di sektor transportasi.

“Jumlahnya memang sedikit, tapi dampaknya terhadap konstruksi energi dan emisi, sangat besar. Kabar baiknya, saat ini Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk membangun bis dan truk listrik,” pungkas Nirarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Senior Anchor and Director CNN Indonesia Desi Anwar, Staf Ahli Bidang Kawasan dan Lingkungan Kementerian Perhubungan Robby Kurniawan, serta Direktur Retail dan Niaga PT PLN Fahrur Rozy.

Menko AHY dalam kesempatan tersebut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal serta Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.