Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Diklat Penulisan Biografi di Muktamar Ke-35 NU, para Santri Didorong Abadikan Kisah Keteladanan Ulama

Diklat Penulisan Biografi di Muktamar Ke-35 NU, para Santri Didorong Abadikan Kisah Keteladanan Ulama

diklat-penulisan-biografi-di-muktamar-ke-35-nu,-para-santri-didorong-abadikan-kisah-keteladanan-ulama
Diklat Penulisan Biografi di Muktamar Ke-35 NU, para Santri Didorong Abadikan Kisah Keteladanan Ulama
service

Jombang, Arina.idDiklat Penulisan Biografi Ulama mewarnai gelaran Muktamar Ke-35 NU. Diklat ini berlangsung di Aula Bumi Damai Al-Muhibbin, Pondok Pesantren Darul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Kegiatan dilatari antara lain karena kisah tentang kiai dan nyai di lingkungan pesantren kerap diwariskan hanya dari mulut ke mulut. Cerita itu berisiko berhenti pada ingatan orang-orang yang pernah mendengarnya. Karena itu, kemampuan menuliskan perjalanan hidup ulama dinilai penting agar kisah keteladanan mereka dapat diwariskan dalam bentuk yang lebih panjang.

Kegiatan diikuti 40 santriwan dan santriwati ini menghadirkan Direktur Utama NU Online Hamzah Sahal dan Mudir Keira Grup dan Maktabah Turmusy Mukhlis Yusuf Arbi sebagai pemateri.

Direktur Utama NU Online Hamzah Sahal mengatakan menulis biografi ulama memiliki tantangan tersendiri. Penulis tidak hanya dituntut mampu menyusun cerita, namun harus memahami tokoh yang ditulis dan memiliki ketelitian dalam mencari kebenaran.

Menurut Hamzah, salah satu unsur penting dalam kegiatan menulis adalah mencari kebenaran. Proses tersebut tidak selalu langsung menghasilkan kebenaran. Penulis justru dapat menemukan kesalahan atau informasi yang perlu diverifikasi.

“Dalam proses mencari kebenaran, belum tentu kita langsung menemukan kebenaran. Alih-alih, yang ditemukan kesalahan,” kata Hamzah.

Atas dasar itu, Hamzah mengatakan syarat utama menjadi penulis adalah memiliki pengetahuan mengenai hal yang ditulis. Penulis harus mengerti objek tulisannya sebelum menyampaikan informasi kepada pembaca. “Syarat menulis hanya satu, yaitu ada ilmunya. Menulis itu syaratnya mengerti,” ujarnya.

Ia mencontohkan kemampuan mengklasifikasikan informasi sebagai salah satu keterampilan yang harus dimiliki penulis. Selain pengetahuan, Hamzah menekankan pentingnya kemampuan membaca dan menggali informasi. Menurut dia, penulis perlu memiliki keberanian dan jam terbang untuk menggali informasi dari narasumber.

Hamzah juga mengingatkan penulis untuk memiliki uslub atau gaya penyampaian. Menurut dia, tulisan membutuhkan dimensi seni agar informasi yang disampaikan tidak terasa kering.

Tidak Selalu dari Peristiwa Besar

Pemateri lainnya, Mukhlis Yusuf Arbi, mengatakan penulisan biografi tidak harus selalu dimulai dari peristiwa besar dalam kehidupan seorang tokoh. Justru, kebiasaan dan detail kecil dalam keseharian dapat menjadi bahan yang kuat untuk menghidupkan sosok yang ditulis.

“Menulis tokoh kita harus melihat kesehariannya yang kecil,” kata Arbi.
Ia mengatakan langkah paling penting bagi seseorang yang ingin menjadi penulis adalah mulai menulis. Menurut Arbi, kemampuan menulis tidak akan berkembang jika seseorang terus menunggu sampai merasa benar-benar siap.

Arbi juga menyarankan penulis memulai dengan gaya yang disukai. Dia mengatakan memilih gaya feature karena pendekatan tersebut memberinya ruang untuk menggali detail dan sisi manusiawi dari tokoh. 

Sebelum mulai menulis, kata Arbi, penulis perlu menyiapkan rancangan tulisan. Rancangan tersebut dapat dibangun melalui wawancara dan riset untuk menentukan arah cerita serta informasi yang diperlukan.

“Menjadi penulis yang baik adalah harus menjadi orang lain,” ujar Arbi.

Menurut dia, kemampuan menempatkan diri sebagai tokoh yang ditulis membantu penulis memahami pengalaman, kebiasaan, dan sudut pandang tokoh secara lebih mendalam.

Ketua Panitia Miftachul Ulum mengatakan bahwa Tambakberas masih membutuhkan gerakan dalam penulisan biografi ulama. Diklat tersebut diharapkan menjadi langkah untuk mendorong lahirnya lebih banyak penulis biografi ulama dari lingkungan Tambakberas sehingga kisah para kiai dan nyai tidak hanya bertahan dalam ingatan dan cerita lisan, tetapi dapat terdokumentasi dan dibaca oleh generasi berikutnya.

“Butuh gerakan baru, ada yang harus sukses di penulisan biografi. Minimal ada contoh dulu,” kata Miftachul.

Menurut dia, penulisan biografi menjadi penting karena banyak kisah teladan kiai dan nyai selama ini hanya disampaikan secara lisan. Padahal, cerita tersebut memiliki nilai yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

“Kita butuh sekali untuk menuliskan kisah para bunyai dan kiai kita agar cerita itu tidak hanya tertutur secara lisan,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.