Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Dokter Sebut Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Alasannya

Dokter Sebut Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Alasannya

dokter-sebut-kehamilan-jadi-penyebab-utama-disfungsi-dasar-panggul,-ini-alasannya
Dokter Sebut Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Alasannya
service

Jakarta

Banyak perempuan khawatir saat memilih metode persalinan, terlebih jika harus menjalani persalinan normal. Tidak sedikit yang takut proses tersebut bisa menyebabkan masalah pada tubuh setelah melahirkan, termasuk gangguan pada dasar panggul.

Kondisi dasar panggul memiliki fungsi untuk menopang organ-organ di area panggul, seperti kandung kemih, rahim, dan usus supaya tetap berada pada posisinya.

Saat fungsi dasar panggul terganggu, dapat muncul kondisi yang dikenal sebagai disfungsi dasar panggul atau pelvic floor dysfunction (PFD). Keluhan yang dirasakan mulai dari sulit menahan buang air kecil, hingga rasa tidak nyaman pada area panggul.

Oleh karena itu, banyak perempuan mengaitkan masalah tersebut dengan proses persalinan yang dijalani. Apalagi, persalinan normal kerap dianggap sebagai penyebab utama terjadinya gangguan pada dasar panggul usai melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut penjelasan dokter, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Bukan jenis persalinan yang jadi penyebab utama disfungsi dasar panggul, melainkan kehamilan itu sendiri, Bunda.

Lalu, mengapa kehamilan bisa berperan besar terhadap kondisi ini? Mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Banyak yang masih mengira bahwa jenis persalinan jadi penyebab utama disfungsi dasar panggul, Bunda. Padahal, faktor yang paling besar pengaruhnya justru berasal dari proses kehamilan itu sendiri.

“Apakah jenis persalinan menyebabkan disfungsi dasar panggul? Sebenarnya jenis persalinan tidak terlalu menentukan. Karena yang paling berpengaruh terhadap disfungsi dasar panggul adalah kehamilan itu sendiri,” ujar Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Estetika di Jakarta, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG., FAUCICOG., MM., MARS, saat berbincang dalam acara Seminar Media bersama Bamed, Kamis (18/6/2026).

Ini berarti bahwa risiko gangguan dasar panggul sebenarnya sudah terbentuk sejak masa kehamilan. Jadi, Bunda tidak perlu menganggap persalinan normal sebagai penyebab utama masalah tersebut.

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan untuk mendukung tumbuh kembang janin. Seiring bertambahnya usia kehamilan, beban yang ditopang dasar panggul juga semakin besar.

Menurut dr. Yeni, tekanan terhadap dasar panggul akan mencapai titik tertinggi saat usia kehamilan mendekati persalinan. Inilah sebabnya, area dasar panggul bekerja lebih berat dibandingkan sebelumnya.

“Saat kehamilan memasuki usia 36 minggu hingga 9 bulan, di situlah tekanan terhadap dasar panggul mencapai kondisi maksimal,” ungkap dr. Yeni.

“Maka itu, kita perlu mengedukasi para ibu hamil agar tidak mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan,” lanjutnya.

Selain kehamilan, proses persalinan juga tetap berperan terhadap kesehatan dasar panggul. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih.

Salah satu yang disebutkan adalah ukuran bayi saat berada dalam kandungan. Bayi dengan berat badan yang besar dapat memberi tekanan lebih besar pada dasar panggul sejak masa kehamilan hingga proses persalinan.

“Selain itu, proses persalinan juga berpengaruh. Salah satunya adalah berat badan bayi. Bayi yang berukuran besar dapat meningkatkan risiko kerusakan dasar panggul, baik selama kehamilan maupun saat persalinan,” jelas dr. Yeni.

Lebih lanjut, faktor lain yang turut berpengaruh adalah lamanya proses mengejan saat persalinan, Bunda.

“Penyebab berikutnya adalah lamanya proses mengejan. Semakin lama bayi berada di dasar panggul dan semakin sulit ibu mengejan, maka risiko kerusakan dasar panggul juga semakin besar,” tuturnya.

Selain memperhatikan kondisi selama hamil, Bunda juga perlu memberi perhatian pada masa pemulihan setelah melahirkan. Menurut dr. Yeni, proses pemulihan yang baik dapat menurunkan risiko terjadinya disfungsi dasar panggul di kemudian hari.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan sebenarnya perlu dilakukan sejak masa kehamilan, berlanjut saat persalinan, hingga setelah bayi lahir.

“Yang ingin selalu saya tekankan adalah bagaimana proses pemulihannya. Kalau semua dilakukan dengan baik, baik saat kehamilan, persalinan, maupun pasca melahirkan, maka gangguan dasar panggul bisa dicegah atau ditangani,” ujar dr. Yeni.

Sebaliknya, jika berbagai faktor risiko tidak diperhatikan dengan baik, kemungkinan terjadinya gangguan dasar panggul pun dapat meningkat, Bunda.

“Sebaliknya, kalau semuanya dibiarkan begitu saja, misalnya berat badan berlebih dianggap tidak masalah atau ukuran bayi yang besar dianggap biasa saja, maka risikonya akan semakin meningkat,” katanya.

Karena itu, dr. Yeni menyarankan agar tubuh diberi waktu untuk pulih sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Ini penting ya supaya kondisi dasar panggul kembali lebih baik usai menjalani kehamilan dan persalinan.

“Idealnya setelah satu kehamilan, lakukan pemulihan terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Itu yang selalu kami edukasikan kepada pasien,” saran dr. Yeni.

Menurutnya, risiko disfungsi dasar panggul dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah kehamilan yang dialami seseorang.

“Semakin sering seseorang hamil, maka semakin besar pula risiko mengalami disfungsi dasar panggul, terutama jika proses pemulihan tidak dilakukan dengan baik,” pungkasnya.

Itulah ulasan mengenai penyebab utama disfungsi dasar panggul yang ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh kehamilan. Semoga dapat menambah wawasan baru ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.