Sun,23 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Fathimah Azzahra, Perempuan Muda di Balik Aksi Merdeka

Fathimah Azzahra, Perempuan Muda di Balik Aksi Merdeka

fathimah-azzahra,-perempuan-muda-di-balik-aksi-merdeka
Fathimah Azzahra, Perempuan Muda di Balik Aksi Merdeka
service

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Tapi, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. – Ir. Soekarno

Mubadalah.id – Bulan kemerdekaan seharusnya penuh dengan kegembiraan dan kebersyukuran atas kemerdekaan yang telah kita rasakan. Tapi tampaknya, rakyat lagi-lagi seolah berduka atas kemalangan rezim yang tak pernah berpihak pada rakyat, melainkan mengutamakan kesejahteraan pejabat. Aksi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) seperti menyuarakan suara rakyat yang dibungkam. Salah satunya ada sosok Fathimah Azzahra.

Aksi Rebut Kemerdekaan

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, tepat sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Mahasiswa UI dan beberapa kampus lainnya menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Aksi tersebut adalah suara para pemuda bangsa yang mempertanyakan kondisi kemerdekaan dan kedaulatan rakyat saat ini.

Terdapat delapan tuntutan pada aksi “Rebut Kemerdekaan” tersebut, meliputi: Menghentikan penjajahan Negara atas rakyat sendiri. Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mewujudkan reformasi agrarian sejati. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.

Termasuk menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Dan mengentikan represifitas dan intervensi TNI-POLRI dalam ruang sipil  serta membubarkan YON TP.

Kedelapan tuntutan tersebut, tentu saja adalah menggambarkan kebutuhan bangsa saat ini. Terutama menetapkan status bencana pada daerah yang sedang terdampak bencana. Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 15 Agustus 2026, saudara kita di NTT diguncang gempa tektonik skala besar, 7,7 magnitudo. Dan tentu saja masyarakat yang terdampak sangat banyak, sehingga membutuhkan bantuan dengan cepat. Baik dari segi perlengkapan, terutama makanan.

Bencana Nasional dan Hentikan MBG

Bahkan, saudara kita di Aceh, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun kemarin. Hingga kini masih belum pulih total, ada banyak infrastruktur yang tak dapat kembali, dan masih memerlukan bantuan signifikan untuk bertahan hidup. Sayangnya, Negara malu untuk menetapkan status bencana nasional di saat rakyat sangat membutuhkan.

Juga tuntutan pada evaluasi program MBG dan KDMP. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa program Makan Bergizi Gratis telah banyak menuai korban. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Total korban keracunan MBG sejak 2025 hingga Agustus 2026 telah mencapai 40.759 orang di 36 provinsi. Dengan data real seperti ini, sudah sepantasnya pemerintah memantau bahkan menghentikan program MBG.

Sayangnya, belum sempat aspirasi mereka sampaikan. Barisan para mahasiswa malah terlibat ketegangan dengan pihak aparat kepolisian. Sosok Fathimah Azzahra, selaku wakil ketua BEM UI, dengan berani berhadapan langsung dengan Kepala Polisi Jakarta Pusat. Atas pembatasan pegerakan para pengunjuk rasa. “Bagi saya, teman-teman saya lebih berharga. Karena saya tahu, bagi anda nyawa teman-teman saya ini tidak ada artinya.” Ungkap Fathimah di atas mobil komando.

Perempuan Muda yang Berani Bersuara

Sosok Fathimah Azzahra bukan kali ini saja menarik hati masyarakat. Sebagai mahasiswa kedokteran yang aktif di dunia organisasi kampus. Tentu saja, Fathimah langsung menjadi sosok yang digemari oleh gen Z. Ia adalah sosok yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi rakyat. Sosok seperti inilah yang sudah sepantasnya untuk menjadi viral di kalangan anak muda saat ini. Agar semangat juang untuk mendapatkan keadilan di negeri sendiri tidak pernah mati.

Namun sayangnya, patriarki masih saja berkelimpungan di negeri ini. Setelah aksi demonstrasi berakhir, sorotan publik bergeser dari tuntutan mahasiswa ke kehidupan pribadi Fathimah. Ia mendapat serangan personal, mulai dari kritik cara berhijab, tuduhan afiliasi aliran tertentu. Hingga anggapan bahwa dirinya hanya ingin mencari ketenaran popularitas.

Tentu saja, tabu seperti ini sudah sering tertuju pada para aktivis yang ingin kerap memperjuangkan suara rakyat. Apalagi, sosok Fathimah adalah seorang remaja perempuan yang usianya masih mendapat anggapan anak bau kencur. Namun, dengan segala kritik yang tajam pada dirinya, Fathimah harus tahu bahwa ada banyak dukungan dari rakyat untuk dirinya. Jangan pernah menyerah untuk menyuarakan keadilan. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.