Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. FER Jabar 2026, Human Initiative Siapkan 10 Ribu Afiliator Perkuat Ekosistem UMKM Digital

FER Jabar 2026, Human Initiative Siapkan 10 Ribu Afiliator Perkuat Ekosistem UMKM Digital

fer-jabar-2026,-human-initiative-siapkan-10-ribu-afiliator-perkuat-ekosistem-umkm-digital
FER Jabar 2026, Human Initiative Siapkan 10 Ribu Afiliator Perkuat Ekosistem UMKM Digital
service

KABARBURSA.COM — Lembaga Human Initiative tengah merancang strategi ekspansi pasar digital guna mendongkrak daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Bekerja sama dengan pendiri Bukalapak, lembaga non-pemerintah (NGO) ini mengintegrasikan ekosistem digital retail market berbasis jaringan afiliator (referral market) demi memperluas jangkauan produk lokal secara masif.

Dalam Forum Ekonomi Regional Jawa Barat 2026 di Aula Tampomas, Sumedang, Selasa, 23 Juni 2026, Vice President of Worldwide Partnership & National Development Human Initiative, Bambang Suherman, menjelaskan bahwa strategi taktis ini bertujuan untuk memecah kebuntuan tiga masalah klasik yang mengimpit UMKM domestik, yakni keterbatasan modal, rendahnya kualitas produk, dan minimnya ketersediaan akses pasar.

“Jika skema penjualan masih mengandalkan diri sendiri, tenaga yang kita butuhkan terlalu besar untuk memunculkan produk di beranda ponsel konsumen. Kami mengubah pola itu melalui kolaborasi platform transaksi digital yang menggerakkan 10.000 afiliator untuk menjual produk UMKM,” kata Bambang.

Bambang mengatakan disrupsi teknologi telah meruntuhkan dominasi jaringan ritel raksasa konvensional. Momentum tumbangnya toko-toko ritel besar ini dimanfaatkan oleh anak muda untuk memacu penetrasi platform digital baru sebagai offtaker produk pemberdayaan masyarakat.

Selain merombak sistem pemasaran, Human Initiative juga mengintervensi standarisasi produk. Pelaku usaha didorong untuk beralih dari sekadar memproduksi kemasan oleh-oleh yang eksklusif namun berbiaya tinggi, menuju pemenuhan sertifikasi komoditas ekspor.

Bambang mencontohkan keberhasilan program pertanian berbasis teknologi greenhouse “Desa Tani” di Lembang, Jawa Barat. Lewat intervensi teknologi mikro iklim (micro climate), lahan pertanian melonjak dari 1,2 hektare menjadi 10 hektare yang digarap oleh 75 petani.

“Hasilnya, efisiensi produksi melesat dari 76 persen menjadi 97 persen hasil produktif. Pendapatan rata-rata petani melonjak drastis dari Rp1,5 juta menjadi Rp7,5 juta per bulan karena produk hortikultura mereka langsung menembus sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) dan pasar ekspor,” beber Bambang.

Mengenai permodalan, Bambang menilai ketersediaan likuiditas dari lembaga keuangan seperti Bank BJB akan terbuka dengan sendirinya apabila kualitas produk UMKM sudah mapan dan terserap oleh pasar digital.

Guna mempercepat proses agregasi tersebut, Human Initiative tengah mengonsolidasikan sejumlah lembaga dari Sabang sampai Merauke untuk membentuk sebuah konsorsium nasional. Jaringan ini diproyeksikan menjadi wadah bank produk unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, di luar sektor formal dan pabrikan.

“Kami sudah beraudiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan. Sektor formal memosisikan pekerja sebagai objek, sedangkan UMKM adalah subjek mandiri. Akhir Juli 2026 nanti, kami mengumpulkan 100 local champion pemilik UMKM se-Indonesia untuk mengkonsolidasikan volume produksi,” jelasnya.

Langkah ini memastikan produk lokal, termasuk kain batik khas Sumedang, tidak lagi berdiri sendiri melainkan masuk ke dalam ekosistem jaringan produksi yang terstandarisasi. “Biar bagaimanapun, produk berkualitas tinggi tidak akan muncul sebagai produk unggul jika tidak sesuai dengan preferensi pasar digital,” kata Bambang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.