Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Ini Dampak dan Strategi Mitigasinya

Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Ini Dampak dan Strategi Mitigasinya

godzilla-el-nino-ancam-pertanian-indonesia,-ini-dampak-dan-strategi-mitigasinya
Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Ini Dampak dan Strategi Mitigasinya
service

Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian global seiring meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, istilah ‘Godzilla El Nino’ makin sering digunakan untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat.

Guru Besar bidang Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menyatakan kondisi ini diperkirakan membawa dampak signifikan bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada kestabilan musim. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan karena ketergantungannya pada ketersediaan air. “Kekeringan berkepanjangan berpotensi menurunkan produktivitas sekaligus mengganggu ketahanan pangan nasional,” kata dia Kamis, 2 April 2026.

Bayu, dalam laman UGM, menjelaskan El Nino merupakan bagian dari siklus iklim yang telah berlangsung lama. Namun, perubahan iklim global membuat pola kemunculannya semakin dinamis dan sulit diprediksi. Ia menilai istilah ‘Godzilla El Nino’ merujuk pada intensitas yang jauh lebih kuat dari biasanya.

Kondisi ini, kata Bayu, membawa konsekuensi serius bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada air. Menurut dia, El Nino itu sebenarnya siklus alami, sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa makin cepat karena pemanasan global. “Nah, kalau intensitasnya sudah sangat kuat, dampaknya pasti terasa ke pertanian, terutama dari sisi produksi,” jelas Bayu.

Dampak itu, menurut Bayu, paling terasa pada komoditas pangan utama yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Tanaman seperti padi dan jagung menjadi sangat rentan karena fase pertumbuhannya bergantung pada kecukupan air.

Ketika suplai air menurun, tanaman tidak dapat berkembang secara optimal. Dalam kondisi ekstrem, tanaman bahkan berpotensi mengalami kerusakan permanen. “Padi dan jagung ini paling terasa dampaknya karena butuh air cukup banyak. Kalau airnya kurang, pertumbuhannya terganggu, bahkan bisa berujung gagal panen,” tuturnya.

Bayu mengatakan kerentanan ini berlanjut pada risiko jangka pendek yang langsung dihadapi petani di lapangan. Penurunan ketersediaan air menyebabkan hasil panen menurun dan kualitas produksi ikut terdampak. Bayu menuturkan situasi ini berimbas pada pendapatan petani yang sangat bergantung pada hasil panen.

Di sisi lain, kata dia, biaya produksi yang telah dikeluarkan berpotensi tidak kembali. “Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Artinya, biaya yang sudah dikeluarkan itu tidak kembali dan jadi kerugian,” kata Bayu.

Menghadapi kondisi ini, Bayu menekankan langkah mitigasi di tingkat petani menjadi semakin penting untuk menekan risiko kerugian. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperkuat komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian.

Ia mengatakam akses informasi mengenai kondisi cuaca dan pilihan varietas tanaman menjadi faktor penentu dalam strategi budidaya. Pendampingan yang intensif membantu petani menyesuaikan praktik di lapangan. Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan.

Upaya adaptasi ini, menurut Bayu, sebenarnya sudah didukung oleh pengalaman Indonesia dalam menghadapi fenomena El Nino pada periode sebelumnya. Bahkan berbagai program telah dijalankan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk penguatan infrastruktur dan teknologi pertanian.

Inovasi seperti irigasi hemat air dan pengembangan varietas tahan kekeringan terus dikembangkan. Selain itu, informasi cuaca kini semakin mudah diakses secara real time. “Sebenarnya kita sudah punya pengalaman di tahun 2024, misalnya lewat pompanisasi dan inovasi irigasi tetes. Varietas tahan kekeringan juga sudah dikembangkan, tinggal dimanfaatkan dengan baik,” papar Bayu.

Meski demikian, kata dia, efektivitas berbagai upaya tersebut tetap bergantung pada kapasitas adaptasi petani di lapangan. Ia menekankan peran penyuluh menjadi penting dalam menjembatani inovasi dengan praktik pertanian sehari-hari.

Bayu menyatakan pendampingan yang berkelanjutan membantu petani memahami dan menerapkan teknologi secara tepat. Dengan dukungan itu, petani dapat lebih siap menghadapi kondisi iklim ekstrem. Peran penyuluh ini penting sekali, terutama saat petani menghadapi kekeringan panjang seperti sekarang.

Dalam konteks kebijakan, ucap Bayu, langkah strategis perlu dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait. Penyediaan informasi yang akurat hingga ke tingkat desa menjadi krusial dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Buat Bayu, inovasi teknologi pertanian perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan sektor pangan. Bayu menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi. Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa.

“Perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.