Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Guru Indonesia untuk Malaysia pada 1969, Bantu Kebutuhan Tenaga Pendidik di Negeri Jiran

Guru Indonesia untuk Malaysia pada 1969, Bantu Kebutuhan Tenaga Pendidik di Negeri Jiran

guru-indonesia-untuk-malaysia-pada-1969,-bantu-kebutuhan-tenaga-pendidik-di-negeri-jiran
Guru Indonesia untuk Malaysia pada 1969, Bantu Kebutuhan Tenaga Pendidik di Negeri Jiran
service

29 April 2026 07.00 WIB • 2 menit

Guru Indonesia untuk Malaysia pada 1969, Bantu Kebutuhan Tenaga Pendidik di Negeri Jiran


Guru adalah salah satu instrumen penting dalam memajukan pendidikan di sebuah negara. Nasib pendidikan dari para generasi muda tentu ditentukan oleh ketersediaan serta kualitas dari para guru yang ada.

Begitupun dengan para guru yang ada di Indonesia. Para tenaga pendidik ini sudah berjasa dalam mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan bagi setiap generasi bangsa sejak dulunya.

Tahukah Kawan, ternyata ada kalanya para guru dari Indonesia tidak hanya berkontribusi di tingkat dalam negeri saja. Beberapa dekade silam, para guru Indonesia juga pernah berjasa untuk membantu pendidikan di negara tetangga.

Salah satu momen ini pernah terjadi pada 1969 silam. Pada waktu itu, ada ratusan guru Indonesia yang dikirim khusus ke Malaysia untuk membantu pendidikan yang ada di Negeri Jiran.

Bagaimana kisah di balik kontribusi para guru Indonesia yang dikirim ke Malaysia pada waktu itu? Simak ulasan lengkap terkait momen ini dalam artikel berikut.

Bantuan Guru Indonesia untuk Malaysia

Dikutip dari artikel “Guru2 dari Indonesia” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 18 Oktober 1969, pada tahun tersebut diketahui ada ratusan guru Indonesia yang dikirim ke Malaysia untuk membantu pendidikan yang ada di sana. Bantuan guru dari Indonesia ini merupakan wujud kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dengan Indonesia pada waktu itu.

Pengiriman pada kuartal akhir 1969 ini sebenarnya bukanlah kali pertama dilakukan. Beberapa bulan sebelumnya, sudah ada 40 guru Indonesia yang terlebih dahulu dikirim ke Malaysia dengan tujuan yang sama.

Pada kesempatan kedua ini, terdapat ratusan guru dari Indonesia yang dikirim langsung ke Negeri Jiran. Nantinya para guru ini akan mengajar di beberapa sekolah yang ada di sana.

Sebagian besar guru yang didatangkan ini secara khusus akan mengajar matematika dan sains. Hal ini menyesuaikan dengan ketersediaan tenaga pendidik yang ada di Malaysia pada waktu itu.

Tidak hanya guru, pengiriman tenaga pendidik ini juga turut mendatangkan beberapa dosen dari Indonesia. Para dosen yang ditujukan untuk mengajar di universitas Malaysia tersebut sebagian besar juga memiliki latar belakang keilmuan sains dan teknik.

Tidak Memenuhi Permintaan dari Negeri Jiran

Kedatangan rombongan tenaga pengajar dari Indonesia ini sebenarnya tidak memenuhi permintaan yang diajukan oleh Malaysia. Pada Agustus 1969, perwakilan dari kedua negara, yakni Abdul Rahman Ya’kub dari Malaysia dan Dr. Mahsuri Saleh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia waktu itu sempat bertemu untuk membahas keperluan ini.

Pihak Malaysia diketahui sempat mengajukan agar Indonesia bisa mengirimkan sebanyak 200 guru ke sana. Selain itu, Pemerintah Malaysia juga meminta 20 dosen didatangkan untuk mengajar di universitas.

Namun Indonesia hanya sanggup memenuhi setengah dari permintaan Pemerintah Malaysia waktu itu. Ketersediaan guru dan tenaga pengajar, khususnya di bidang matematika dan sains menjadi alasan di balik hal tersebut.

Pada waktu itu, ketersediaan para guru di bidang ini masih terbatas. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia hanya bisa mengirimkan ratusan guru saja agar kebutuhan dalam negeri masih bisa dipenuhi.

Kualitas Guru yang Memuaskan

Situasi ini membuat 40 guru Indonesia yang dikirimkan sebelumnya akan menjalani perpanjangan kontrak di Malaysia. Apalagi kualitas dari para guru tersebut ternyata mendapatkan hasil dan respon yang memuaskan.

Kualitas dari para guru Indonesia yang dikirimkan pada gelombang pertama inilah yang mendasari permintaan lanjutan dari Malaysia. Oleh sebab itu, para guru Indonesia tersebut akan diperpanjang dan terus mengajar di beberapa sekolah yang ada di Negeri Jiran.

Selain mengajarkan para siswa, guru-guru Indonesia ini juga diarahkan untuk melatih tenaga pendidik Malaysia yang ada di sana. Hal ini bertujuan agar tugas dan tanggung jawab yang dijalankan oleh guru-guru Indonesia di sekolah bisa diambil alih oleh para tenaga pendidik asli Malaysia nantinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.