Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Hak Jawab PGEO: Pengelolaan Emisi Masih di Bawah Ambang Batas Taksonomi Hijau Eropa

Hak Jawab PGEO: Pengelolaan Emisi Masih di Bawah Ambang Batas Taksonomi Hijau Eropa

hak-jawab-pgeo:-pengelolaan-emisi-masih-di-bawah-ambang-batas-taksonomi-hijau-eropa
Hak Jawab PGEO: Pengelolaan Emisi Masih di Bawah Ambang Batas Taksonomi Hijau Eropa
service

KABARBURSA.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memberikan penjelasan resmi perihal ulasan kinerja lingkungan perseroan yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya berjudul “Akal-akalan Narasi Hijau PGEO, Berlindung di Baseline Jadul Demi Poles Citra ESG”. Melalui surat resmi yang dikirimkan kepada KabarBursa.com, emiten panas bumi plat merah ini menegaskan komitmennya terhadap implementasi Environmental, Social, and Governance atau ESG yang transparan dan akuntabel.

PGEO menanggapi sorotan mengenai kenaikan tipis intensitas emisi mereka secara year-on-year (YoY) pada tahun 2025 sebesar 41,12 gram ekuivalen setara Karbon Dioksida per kilowatt jam atau CO2eq/kWh dari tahun sebelumnya sebesar 41,09 g CO2eq/kWh. Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas produksi panas bumi.

Peningkatan aktivitas ini berdampak pada bertambahnya volume Non-Condensable Gas (NCG) yang secara alami terkandung dalam fluida panas bumi. Peningkatan volume NCG tersebut turut memengaruhi kenaikan emisi absolut gas rumah kaca dan berdampak pada kenaikan intensitas emisi Perseroan.

“Peningkatan intensitas emisi tersebut merupakan karakteristik yang umum dalam operasional industri panas bumi, seiring meningkatnya aktivitas produksi dan volume NCG yang dihasilkan secara alami dari fluida panas bumi, ” tulis Kitty dalam penjelasannya kepada KabarBursa.com, Selasa, 12 Mei 2026.

Standar Taksonomi Hijau Eropa

Meski mencatatkan kenaikan YoY, PGEO menegaskan bahwa tingkat emisi perseroan masih berada di bawah ambang batas ketat internasional. Berdasarkan acuan EU Taxonomy atau Taksonomi Hijau Uni Eropa, ambang batas intensitas emisi berada di angka 100 gr CO2eq/kWh.

“Selain itu, peningkatan penghematan energi yang signifikan tidak secara langsung berbanding lurus dengan penurunan emisi,” kata Kitty.

Hingga tahun 2025, intensitas emisi PGEO tercatat berada di level 41,12 g CO2eq/kWh, yang berarti masih jauh di bawah standar maksimal tersebut. Perseroan juga menyatakan bahwa data intensitas emisi tahun 2025 telah turun sebesar 6,55 persen jika dibandingkan terhadap nilai intensitas emisi baseline 2022 yang sebesar 44 g CO2eq/kWh.

Mengenai adanya perubahan satuan penghitungan dalam laporan keberlanjutan (GRI 2-4), PGEO menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk penyelarasan metodologi, bukan untuk mengaburkan data.

Menurut Kitty, satuan penghematan energi disesuaikan dari Gigajoule (GJ) menjadi Megawatt-hour (MWh) agar selaras dengan satuan produksi setara listrik perseroan. Sementara itu, satuan intensitas emisi disesuaikan dari ton CO2eq/MWh menjadi gram CO2eq/kWh untuk mengikuti standar Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). Perseroan juga memastikan bahwa seluruh laporan keberlanjutan telah melalui proses assurance oleh lembaga independen berlisensi AA1000.

Mengenai penurunan persentase pengelolaan limbah non-B3 melalui metode 4R (61,98 persen menjadi 38,88 persen), PGEO memberikan perspektif dari sisi volume absolut. Perseroan mencatat bahwa jumlah limbah yang berhasil diolah melalui metode 4R justru meningkat dari 13,66 ton menjadi 17 ton, atau naik 24,5 persen.

Penurunan secara persentase dipengaruhi oleh lonjakan volume total limbah seiring meluasnya aktivitas operasional. PGEO memastikan pengelolaan limbah tetap dilakukan secara terjadwal dan bertanggung jawab melalui pemilahan, daur ulang, hingga pengomposan di bank sampah maupun TPA luar area operasi.

Dengan adanya penjelasan ini, PGEO berharap publik memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan proporsional mengenai kinerja lingkungan perusahaan di tengah upaya mendukung transisi energi nasional.

“PGEO tetap fokus menjalankan implementasi ESG secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. PGEO berkomitmen untuk menerapkan prinsip keterbukaan informasi sesuai ketentuan dan menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan melalui penyampaian informasi yang transparan dan akuntabel,” kata Kitty.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.