Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Hutan Pinus Limpakuwus, Simfoni Kabut Pagi dan Desir Angin di Kaki Gunung Slamet

Hutan Pinus Limpakuwus, Simfoni Kabut Pagi dan Desir Angin di Kaki Gunung Slamet

hutan-pinus-limpakuwus,-simfoni-kabut-pagi-dan-desir-angin-di-kaki-gunung-slamet
Hutan Pinus Limpakuwus, Simfoni Kabut Pagi dan Desir Angin di Kaki Gunung Slamet
service

Dok. Hutan Pinus Limpakuwus (Google Maps)


Sekitar 15 hingga 17 kilometer dari pusat Kota Purwokerto, di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, berdiri hutan pinus yang pohon-pohonnya sudah berumur lebih dari 30 tahun.

Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 750 mdpl di lereng selatan Gunung Slamet, sehingga suhu di sini sudah terasa berbeda dari kota begitu Kawan masuk ke kawasan hutannya. Pagi dan sore hari, kabut kerap turun dan udara menjadi lebih dingin.

Hutan Pinus Limpakuwus mulai dibuka sebagai destinasi wisata pada 15 Desember 2018 dan dikelola oleh Kelompok Kerja Wisata Desa Limpakuwus bekerja sama dengan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan Ardi Rahayu.

Sejak dibuka, kawasan ini cepat ramai terutama di akhir pekan dan musim liburan, sebagian besar karena foto-foto yang dibagikan pengunjung di media sosial membuat namanya menyebar lebih cepat ke berbagai daerah.

Yang membuat Limpakuwus berbeda dari hutan wisata biasa adalah kelengkapan wahana yang ada di dalamnya. Di antara pohon pinus yang menjulang, Kawan bisa mencoba berbagai aktivitas luar ruangan, naik ATV, berkemah, atau sekadar duduk di tepi kolam terapi ikan sambil mendengarkan suara angin di antara pepohonan.

Sekilas Mengenai Hutan Pinus Limpakuwus

Lahan seluas 10 hektar ini milik Perhutani dan dikelola oleh masyarakat desa setempat. Sebelah hutan ini merupakan padang rumput milik Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Kementerian Pertanian, sehingga bila sapi sedang keluar ke padang, pemandangan dari dalam hutan pinus menjadi lebih menarik lagi.

Kawasan ini juga bersebelahan dengan Telaga Sunyi Baturraden, sehingga Kawan yang datang ke Purwokerto bisa menggabungkan keduanya dalam satu rute perjalanan. Jalur menuju Limpakuwus melewati kawasan Wana Wisata Baturraden, dengan jalan naik turun dan pepohonan di kanan kiri yang sudah membuat suasananya terasa berbeda dari pusat kota.

Dalam satu bulan, Limpakuwus bisa didatangi 6.000 hingga 8.000 pengunjung, sedangkan saat akhir pekan angkanya bisa mencapai 400 hingga 500 orang per hari.

Daya Tarik Utama Hutan Pinus Limpakuwus

Limpakuwus menawarkan beberapa hal sekaligus yang membuat satu kunjungan bisa diisi dengan berbagai cara tergantung selera dan siapa yang diajak.

Wahana seluncuran adalah bagian yang paling banyak menarik perhatian. Kawan berseluncur menggunakan ban khusus melewati jalur yang dikelilingi barisan pohon pinus, dengan bagian dasar seluncurannya yang dibuat berwarna-warni. Harga wahana ini Rp15.000 per orang. Di ujung seluncuran juga tersedia spot foto yang sering dimanfaatkan pengunjung.

Terapi ikan juga tersedia di kawasan ini. Kawan cukup duduk di tepi kolam, mencelupkan kaki, dan ikan kecil akan mengerubuti telapak kaki dengan sensasi yang terasa seperti digelitik. Sambil terapi, pemandangan hijau dan udara hutan pinus menemani suasana.

Fasilitas ATV bisa dicoba dengan biaya sekitar Rp20.000 untuk empat putaran, sedangkan wahana outbound tersedia dengan tarif Rp20.000 hingga Rp25.000. Bagi yang datang bersama anak-anak, tersedia taman bermain dengan berbagai permainan termasuk mobil-mobilan, perosotan, dan hammock, dengan tiket Rp10.000 hingga Rp15.000.

Bagi yang ingin bermalam, area perkemahan tersedia di tengah hutan dengan biaya Rp20.000 per tenda. Kawan yang tidak membawa tenda bisa menyewanya dengan harga Rp85.000. Berkemah di sini berarti malam hari dikelilingi pohon pinus dengan udara dingin yang menusuk, sehingga siapkan jaket dan pakaian hangat secara memadai.

Area bersantai juga bisa digunakan sebagai spot foto dengan latar hutan pinus tanpa dikenakan biaya tambahan. Kawasan ini juga cukup sering dijadikan lokasi foto pranikah oleh para calon pengantin.

Akses Menuju Hutan Pinus Limpakuwus

Dari Alun-Alun Purwokerto, jarak ke Limpakuwus sekitar 15 hingga 17 kilometer dengan waktu tempuh 30 hingga 40 menit. Rutenya adalah menuju Jalan Raya Baturaden, mengikuti jalur hingga bertemu Tugu Bunderan Terminal Baturaden, lalu belok kanan. Terus ikuti jalan sampai persimpangan antara Jalan Raya Baturaden dan Jalan Peternakan, ambil kanan, lalu ikuti petunjuk jalan menuju Limpakuwus.

Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa masuk ke lokasi ini. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang menanjak.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Hutan Pinus Limpakuwus buka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Tiket masuk Rp17.500 di hari kerja dan Rp20.000 di akhir pekan. Wahana di dalamnya dikenakan biaya terpisah sesuai pilihan. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari dan di luar musim liburan agar suasananya lebih tenang dan kabut masih bisa dinikmati.

Ayo Berkunjung ke Hutan Pinus Limpakuwus!

Limpakuwus cocok untuk Kawan GNFI yang sedang berada di Purwokerto dan ingin sejenak keluar dari suasana kota. Datang pagi hari, siapkan jaket karena udaranya cukup dingin, dan bawa semangat untuk mencoba aktivitas luar ruangan yang ada. Kalau datang bersama keluarga, wahana permainan anak dan seluncuran pelangi bisa jadi pilihan yang langsung disambut hangat.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Hutan Pinus Limpakuwus?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.