Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. IGRS: Inkompetensi atau gagap sistem rating?

IGRS: Inkompetensi atau gagap sistem rating?

igrs:-inkompetensi-atau-gagap-sistem-rating?
IGRS: Inkompetensi atau gagap sistem rating?
service

Dunia gamers Indonesia tengah diributkan dengan adanya Indonesian Game Rating System (IGRS), sebuah sistem yang mengatur rating game di platform Steam. IGRS sendiri adalah sistem rating game buatan Komdigi yang diskursusnya sudah dimulai sejak 2016 tapi baru berlaku belum lama ini.

Keributan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, rating yang diberikan oleh IGRS di platform STEAM terkesan asal-asalan sehingga menimbulkan kontroversi.

Saat publisher game sudah menggunakan sistem rating global yang lebih dulu ada seperti IARC, IGRS memberikan penilaian yang cukup berbeda. Contohnya, beberapa game yang seharusnya bisa dimainkan semua umur, oleh IGRS dilabeli 18+. Sebaliknya, game yang memuat adegan kekerasan justru diberi label semua umur.

Podcast Suar Akademia kali ini mengundang Birgitta Bestari Puspita, dosen ilmu komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang studi doktoralnya di Edith Cowan University, Australia, berfokus pada persoalan anak-anak dan media.

Menurut Birgitta, setiap negara memiliki budaya yang harus dijaga, dan ia melihat IGRS sebagai sarana untuk menjaga budaya indonesia karena perbedaan sensitivitas norma dan nilai yang berlaku di setiap negara.

Baginya, kehadiran negara dalam ranah konten media bukanlah hal baru. Sebelumnya, negara lebih dulu mengatur rating film sebagai konten yang sama-sama dikonsumsi oleh publik.

Permasalahan kesalahan rating di platform Steam, menurut Birgitta, bisa diminimalisir dengan menjaga komunikasi antara IGRS, platform, dan juga kreator. Tujuannya, agar saling paham alur dan bentuk verifikasinya.

Birgitta menambahkan, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan sistem rating game secara lokal. Sudah ada beberapa negara yang memiliki sistem rating game sendiri, seperti Jepang (CERO) dan Jerman (USK) dan PEGI untuk kawasan Eropa.

Karena itu, bentuk transparansi proses sistem rating game di Indonesia bisa mengadopsi dari website USK Jerman yang menempatkan orang-orang dengan kredibilitas tinggi untuk memberikan rating game.

Belum maksimalnya IGRS, membuat peran keluarga dan orang dewasa menjadi garda terdepan untuk membantu pemilihan dan pendampingan game untuk anak. Sebab pada akhirnya, anak adalah pihak yang paling rentan terkena paparan negatif dari game yang diberi rating tidak sesuai usia.

Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.