KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Senin, 9 Februari 2026, bergeser ke zona hijau. IHSG berhasil berbalik arah dan menutup sesi siang di level 8.004, menguat 0,87 persen, seiring masuknya kembali optimisme pasar yang dipicu membaiknya keyakinan konsumen domestik.
Sejak pembukaan, pergerakan IHSG berlangsung fluktuatif dengan tekanan jual yang sempat membawa indeks turun hingga area terendah 7.863. Namun, tekanan tersebut tidak berkembang lebih jauh.
Setelah rilis data Survei Konsumen Bank Indonesia untuk periode Januari menunjukkan lonjakan keyakinan konsumen tertinggi dalam setahun, aliran beli mulai menguat dan mendorong indeks secara bertahap naik ke zona hijau.
IHSG bahkan sempat menguji area atas di sekitar 8.007 sebelum akhirnya bertahan di kisaran 8.004 hingga akhir sesi pertama.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,36 triliun dengan volume perdagangan sekitar 20,11 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1,21 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, mayoritas bergerak menguat, dengan 383 saham mencatatkan kenaikan, sementara 282 saham melemah dan 150 saham stagnan.
Barang Baku dan Konsumen Non Primer Dorong Kenaikan
Penguatan IHSG pada sesi pertama ini ditopang terutama oleh sektor barang baku dan konsumen non primer. Saham-saham barang baku melonjak 3,58 persen, menjadi sektor dengan kinerja terbaik, disusul sektor konsumen non primer yang menguat 2,71 persen.
Sektor energi juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan 2,04 persen, sementara sektor konsumen primer ikut menguat 1,12 persen.
Di jajaran saham individual, sejumlah saham barang baku mencatatkan lonjakan tajam dan menjadi motor penggerak indeks. Saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) melesat 24,6 persen, disusul PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 24,4 persen, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang menguat 11,1 persen.
Saham-saham konsumen non primer juga bergerak solid dan memperkuat reli IHSG. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak 17 persen, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) melesat 13,2 persen, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) menguat 12,7 persen.
Dari kelompok saham unggulan, indeks LQ45 turut memberikan dukungan positif. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 6,51 persen, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang naik 6,35 persen.
Penguatan juga terlihat pada saham PT XL Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terbang 6,35 persen, serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang melonjak 5,04 persen. Keterlibatan saham-saham berkapitalisasi besar ini memperkuat kualitas reli IHSG pada sesi pertama.
Bursa Asia Menguat
Sentimen positif tidak hanya datang dari dalam negeri. Bursa saham Asia pada perdagangan siang hari ini bergerak kompak di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 4,28 persen, Kospi Korea Selatan menguat 3,86 persen.
Sementara, Hang Seng Hong Kong naik 1,45 persen, Shanghai Composite terapresiasi 1,17 persen, dan Strait Times Singapura menguat 0,66 persen. Penguatan regional ini turut menjaga atmosfer risk-on di pasar domestik.
BI: Konsumen Mulai Optimis Ekonomi RI
Terkait dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), berdasarkan hawsil survey BI yang dilakukan Januari 2026, IKK terhadap kondisi ekonomi RI meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Direktur BI Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan IKK Januari 2026 berada pada level optimis, sebesar 127.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya, yang berada di 123,5.
Adapun yang menjadi pendorong kenaikan adalah meningkatkan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), masing-masih sebesar 115,1 dan 138,8. Lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang sebesar 111,4 dan 135,6.(*)





Comments are closed.