Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. IKAQ Jabodetabek Serukan Gerakan Menanam Pohon dan Penguatan Pendidikan Akhlak untuk Hadapi Tantangan Era Digital

IKAQ Jabodetabek Serukan Gerakan Menanam Pohon dan Penguatan Pendidikan Akhlak untuk Hadapi Tantangan Era Digital

ikaq-jabodetabek-serukan-gerakan-menanam-pohon-dan-penguatan-pendidikan-akhlak-untuk-hadapi-tantangan-era-digital
IKAQ Jabodetabek Serukan Gerakan Menanam Pohon dan Penguatan Pendidikan Akhlak untuk Hadapi Tantangan Era Digital
service

Bogor, Arina.id – Ikatan Keluarga Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Jabodetabek dan sekitarnya menggelar Gerakan Menanam Pohon di kawasan lereng Gunung Salak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan.

Gerakan diwujudkan dengan penanaman simbolis berbagai jenis pohon buah dan pohon kayu di sepanjang jalan desa, kawasan bekas longsor, daerah rawan longsor, hingga lahan milik warga. Penanaman dilakukan bersama masyarakat, perangkat desa, Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Bogor, Pesantren Ciganjur Jakarta Selatan, serta mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta (PAI UNJ) yang sedang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cibunian.

Ketua IKAQ Jabodetabek, KH Syaifullah Amin, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan lereng Gunung Salak, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar mengurangi dampak efek rumah kaca, meneduhkan suhu permukaan bumi, serta mencegah berbagai bencana ekologis yang mengancam masyarakat.

Menurutnya, kawasan pegunungan menghadapi persoalan lingkungan yang semakin serius akibat berkurangnya tutupan hutan. Dampaknya tidak hanya berupa meningkatnya risiko tanah longsor, tetapi juga berkurangnya sumber daya air yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Penanaman pohon adalah juga upaya preventif untuk menghindari bencana tanah longsor dan berkurangnya sumberdaya air yang dirasakan langsung dampaknya oleh mereka yang tinggal lereng-lereng gunung. Sehingga gerakan Menanaman Pohon adalah sarana yang tepat untuk menghijaukan kembali area-area rawan dan bekas longsor,” tuturnya.

Namun, Kang Amin, sapaan akrabnya, menilai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berasal dari persoalan lingkungan. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial juga menghadirkan ancaman sosial yang perlu diantisipasi bersama.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun kawasan pegunungan kini menghadapi risiko yang sama dengan masyarakat perkotaan, mulai dari dekadensi moral, menguatnya sikap individualisme yang mengikis budaya gotong royong, hingga maraknya penyebaran informasi bohong melalui media sosial.

Karena itu, rangkaian Gerakan Menanam Pohon dipadukan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti tabligh akbar, pengobatan gratis, santunan, bazar murah, serta pembagian Al-Qur’an dan buku-buku keagamaan kepada masjid dan masyarakat setempat.

Dalam Tabligh Akbar bertema Menguatkan Iman di Era Digital: Membangun Generasi Berakhlak dan Masyarakat Berkah, Kang Amin mengajak masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana. Menurutnya, gawai dan media sosial semestinya digunakan untuk aktivitas yang bermanfaat, seperti pendidikan, perdagangan, dan dakwah, bukan justru menjadi sarana yang merusak moral masyarakat.

“Meski tinggal jauh dari keramaian kota, masyarakay pedesaan memiliki resiko yang sama terkait dekadensi moral dan jiwa individualisme akibat digitalisasi dan media sosial yang terus berkembang,” katanya.

Ia menekankan bahwa benteng utama menghadapi pengaruh negatif media sosial adalah pendidikan agama yang dimulai sejak usia dini. Menurutnya, keluarga dan masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan generasi muda adalah salah satu hal terpenting dalam membentengi masyarakat dari pengaruh buruk media sosial. General muda yang berakhlakul Karimah adalah modal dasar dari kelestarian hal-hal positif dalam masyarakat,” tutur Kang Amin.

Ketua IKAQ Jabodetabek. dan sekitarnya itu menambahkan bahwa generasi yang dibesarkan dengan nilai-nilai agama memiliki peluang lebih besar tumbuh menjadi pribadi yang bermartabat dan mampu menghadapi tantangan zaman.

“Mendidik generasi muda sejak dini dengan menanamkan nilai+nilai dan perilaku yang sesuai tuntunan agama adalah syarat utama dalam melanggengkan keberkahan. Masyarakat yang agamis dan mendidik generasi mudanya sejak dini secara agamislah yang layak berharap terwujudnya baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur (negeri damai yang diberkahi Tuhan,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun lembaga keagamaan. Orang tua dan para tokoh masyarakat harus memberikan teladan dalam menggunakan perangkat digital secara positif sehingga generasi muda memiliki contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat PAI UNJ, Dzakirwan Rais, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dengan IKAQ Jabodetabek dalam kegiatan tersebut. Menurut mahasiswa asal Riau itu, sinergi antarlembaga membuat program pengabdian masyarakat menjadi lebih bermanfaat bagi warga.

“Selain program pengabdian masyarakat menjadi lebih lengkap, kami juga sangat terbantu dengan adanya tambahan item korban dan pengisi acara.”

Gerakan Menanam Pohon di Desa Cibunian merupakan kelanjutan dari rangkaian Aksi Muharram yang sebelumnya digelar IKAQ Jabodetabek dan sekitarnya di Desa Ciater, Tangerang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, IKAQ bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang dan Komunitas Santri Nusantara untuk menyelenggarakan layanan kesehatan gratis, bekam gratis, serta santunan bagi anak yatim piatu dan dhuafa.

Menurut Kang Amin, layanan bekam diberikan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai tibbun nabawi sekaligus melestarikan kearifan Nusantara di bidang kesehatan.

“Layanan bekam gratis untuk masyarakat diselenggarakan dalam rangka memasyarakatkan nilai-nilai dan praktik tibbun nabawi (pengobatan ala nabi) serta kearifan Nusantara yang terus terkikis oleh modernisasi. Dengan bekam dan tibbun nabawi masyarakat kita ajak untuk hidup sehat dengan cara yang murah dan bijak,” tandas Kang Amin.

Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian Aksi Muharram, termasuk Gerakan Menanam Pohon, merupakan program tahunan IKAQ Jabodetabek dan sekitarnya sebagai bentuk tanggung jawab dakwah sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para alumni Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan keagamaan.

“Meski sudah lulus dari bangku kelas di madrasah, namung proses belajar dan pembelajaran harus terus dilakukan sepanjang usia di kandung badan. Dan inilah upaya kami untuk terus belajar bersama masyarakat,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.