Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Indonesia Bagikan Praktik Baik Penguatan Kepercayaan Vaksin kepada Delegasi Internasional

Indonesia Bagikan Praktik Baik Penguatan Kepercayaan Vaksin kepada Delegasi Internasional

indonesia-bagikan-praktik-baik-penguatan-kepercayaan-vaksin-kepada-delegasi-internasional
Indonesia Bagikan Praktik Baik Penguatan Kepercayaan Vaksin kepada Delegasi Internasional
service

Kementerian Kesehatan bersama Gavi, the Vaccine Alliance, menyelenggarakan VaxSocial Government Learning Exchange sebagai forum pertukaran pembelajaran antarnegara dalam memperkuat permintaan terhadap imunisasi (demand generation), meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin, serta mengembangkan pendekatan komunikasi digital dan berbasis masyarakat untuk mendukung program imunisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan ini menghadirkan delegasi dari Nigeria, India, serta mitra pembangunan global yang melakukan observasi lapangan di Posyandu Kepodang A, wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya, Kota Depok. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik baik Indonesia dalam menggerakkan masyarakat melalui Posyandu, tenaga kesehatan, dan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, mengatakan terpilihnya Posyandu Kepodang A sebagai lokasi pembelajaran menunjukkan pengakuan terhadap praktik kolaborasi yang telah dibangun Indonesia dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

“Posyandu merupakan jantung pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Di sinilah berbagai layanan kesehatan dasar diberikan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga pelayanan imunisasi. Kekuatan Posyandu terletak pada semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Indri.

Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif, aman, dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain melindungi setiap anak, imunisasi juga membangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi masyarakat secara luas, termasuk mereka yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari penyebaran misinformasi, keraguan terhadap vaksin, hingga hambatan akses layanan imunisasi. Karena itu, Indri menekankan pentingnya memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita harus terus menyampaikan informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat dengan penuh kesabaran dan empati. Mari yakinkan setiap orang tua bahwa membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap merupakan salah satu bentuk kasih sayang kepada anak agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan produktif di masa depan,” katanya.

Ia juga berharap forum Government Learning Exchange menjadi ruang saling belajar antarnegara sehingga berbagai inovasi dan praktik baik dapat diadaptasi untuk memperkuat program imunisasi di masing-masing negara.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, Cing Ikah, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi pembelajaran internasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, CISDI, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu menjadi modal penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

“Kami berharap tidak ada anak di Kota Depok yang tertinggal imunisasinya. Dengan semangat kolaborasi, kami ingin mewujudkan Depok Zero Dose sehingga seluruh anak memperoleh imunisasi lengkap sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Depok memiliki sekitar dua juta penduduk dengan 1.083 Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan pada sejumlah Posyandu, Pemerintah Kota Depok berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi ke seluruh Posyandu sehingga semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan imunisasi berkualitas.

Melalui VaxSocial Government Learning Exchange, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sistem imunisasi melalui pendekatan yang berpusat pada masyarakat. Pengalaman Indonesia dalam membangun kepercayaan terhadap vaksin melalui kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kemitraan lintas sektor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain. Ini sekaligus memperkaya pembelajaran Indonesia dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh anak.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.