
Eks pemain Timnas Indonesia, Jhonny van Beukering/Voetbalprimeur
Kancah sepak bola Indonesia pernah punya sosok Jhonny van Beukering. Ia adalah pemain yang lika-liku kehidupannya penuh dengan cerita.
Jhonny van Beukering adalah mantan pemain sepak bola yang pernah membela Timnas Indonesia. Pria yang lahir di Velp, Belanda, pada 29 September 1983 itu dulunya berposisi sebagai striker dan dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia sehingga mendapat kesempatan bermain bagi Timnas Indonesia.
Nama Jhonny van Beukering mulai dikenal publik Indonesia saat bermain bagi klub Pelita Jaya. Awalnya, ia diproyeksikan untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Kala itu, ia sudah mengikuti latihan di bawah arahan pelatih kepala Alfred Riedl dan diundang untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam laga kontra Uruguay. Hanya saja, rencananya batal karena Van Beukering belum mendapat status Warga Negara Indonesia (WNI).
Proses naturalisasi pun dijalani. Setelah memakan waktu yang cukup lama, pemain yang masih keturunan Indonesia itu pun resmi menjadi WNI pada Senin (11/10/2011) usai menyatakan sumpah setia kepada Merah Putih di Kanwil Kemenkumham, Jakarta Timur.
Boleh dibilang, Van Beukering punya rekam jejak yang cukup oke di usia prime-nya. Maklum saja, ia adalah jebolan klub beken Belanda. Sebelum ke Indonesia dan bergabung dengan Pelita Jaya, Van Beukering tercatat pernah bermain bagi Vitesse, FC Zwolle, De Graafschap, NEC Nijmegen, hingga Go Ahead Eagles dan Feyenoord.
Kendati demikian, dengan rekam jejak itu perjalanan Van Beukering di Indonesia bisa dibilang tidak mulus. Kebugarannya bermasalah, performanya pun anjlok. Di Pelita Jaya, ia hanya tampil dua kali, sementara di Timnas Indonesia hanya satu kali.
Meski namanya meredup, nama Van Beukering masih kerap dibicarakan publik. Bukan hanya karena urusan sepak bola, tapi juga lika-liku hidupnya setelah tak lagi merumput di Indonesia.

Lika-Liku Hidup Jhonny van Beukering
Setelah meninggalkan Indonesia, Van Beukering kembali ke Belanda dan sempat bergabung dengan FC Dordrecht. Tak lama kemudian, ia mulai bermain di klub-klub kecil Belanda seperti FC Presikhaaf, MASV, hingga Sp. Silvolde hingga akhirnya pensiun pada 2019.
Ternyata, Van Beukering juga meniti karier sebagai pelatih. Pada 2009, ia pernah menjadi asisten pelatih FC Presikhaaf, lalu mulai 2014 kala masih aktif bermain, ia melanjutkan lagi karier kepelatihannya bersama sejumlah klub di Belanda.
Yang mengagetkan, Van Beukering mengalami kesulitan finansial hingga kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu terjadi setelah ia memutuskan pensiun. Akibatnya, Van Beukering harus bekerja banting tulang demi mendapatkan uang. Ia bahkan pernah menjadi satpam di sebuah klub malam.
Terlepas dari kesulitan yang menimpanya baik itu di dalam maupun luar lapangan, Van Beukering tampak masih menyimpan hasrat terhadap sepak bola. Buktinya, hingga kini ia masih berkiprah sebagai pelatih.
Saat ini, Van Beukering bekerja sebagai asisten pelatih bagi GVVV Veenendaal, klub kontestan Tweede Divisie alias Liga Belanda kasta ketiga. Di sana, ia mendampingi saudaranya, Dennis van Beukering, yang bertindak sebagai pelatih kepala.
Bergabungnya Van Beukering di sana diumumkan oleh GVVV pada Juli 2026 lalu menjelang bergulirnya musim 2026-2027.
“Dengan datangnya pelatih kepala Dennis van Beukering, G.V.V.V. memiliki wajah baru untuk tim. Saudaranya, Jhonny van Beukering, juga bergabung musim ini sebagai asisten pelatih,” demikian petikan keterangan resmi klub.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor





Comments are closed.