Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ingin Cepat Hamil? Studi Ungkap Nutrisi yang Berkaitan dengan Kesuburan Perempuan

Ingin Cepat Hamil? Studi Ungkap Nutrisi yang Berkaitan dengan Kesuburan Perempuan

ingin-cepat-hamil?-studi-ungkap-nutrisi-yang-berkaitan-dengan-kesuburan-perempuan
Ingin Cepat Hamil? Studi Ungkap Nutrisi yang Berkaitan dengan Kesuburan Perempuan
service

Jakarta

Kesuburan perempuan dipengaruhi oleh berbagai faktor, Bunda. Beberapa di antaranya adalah status gizi, komposisi tubuh, dan keseimbangan hormon reproduksi.

Asupan nutrisi yang memadai berperan penting dalam mendukung fungsi reproduksi melalui regulasi metabolisme hingga keseimbangan hormonal. Semuanya lantas diperlukan untuk proses ovulasi dan implantasi.

Sudah banyak studi mengungkap peran nutrisi terhadap kesuburan. Studi terbaru yang diterbitkan Scientific Reports berhasil meneliti bagaimana asupan nutrisi makanan berhubungan dengan komposisi tubuh dan kadar hormon reproduksi pada perempuan yang tidak subur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi ini melibatkan 97 perempuan di rentang usia 18 hingga 40 tahun, yang memenuhi kriteria klinis infertilitas dan sedang menjalani perawatan di klinik kesuburan di Spanyol antara tahun 2022 dan 2024. Untuk memenuhi syarat, peserta umumnya gagal hamil setidaknya setelah 12 bulan berhubungan seksual tanpa perlindungan, atau setelah enam bulan jika mereka berusia di atas 35 tahun.

Peserta dengan gangguan tertentu, misalnya, sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, atau penyakit endokrin yang memerlukan pengobatan, dikeluarkan dari penelitian untuk menghilangkan efek pengganggu.

Peneliti lalu menilai asupan makan peserta menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) atau kuesioner frekuensi makanan yang telah divalidasi dan mencakup konsumsi makanan realistis selama setahun sebelumnya. Asupan nutrisi lalu dihitung menggunakan basis data komposisi makanan yang telah distandarisasi.

Pada fase folikular awal (periode di awal siklus menstruasi), para peneliti mengukur hormon anti-Mullerian (AMH) atau hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, hormon perangsang tiroid (TSH), estradiol, kalsidiol, dan prolaktin dari sampel darah puasa. Setelah mengukur kadar hormon, peneliti melakukan analisis statistik menggunakan uji dengan menyesuaikan asupan kalori, aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan status merokok.

Hasil studi tentang nutrisi makanan dan kesuburan

Hasil studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dan komposisi tubuh. Menurut studi, konsumsi riboflavin (vitamin B2) yang lebih tinggi menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan persentase massa otot.

Asupan kalsium juga berhubungan positif dengan massa otot. Temuan ini semakin mengimplikasikan peran kalium dalam homeostasis metabolik di luar kesehatan tulang.

Sementara itu, asupan vitamin E yang termasuk dalam antioksidan, berbanding terbalik dengan lingkar pinggul. Asupan antioksidan yang lebih tinggi berkorelasi dengan lingkar pinggul yang lebih rendah. Hasil tersebut mengungkap bahwa vitamin E mungkin terkait dengan distribusi lemak regional, meskipun temuan ini memerlukan interpretasi yang hati-hati dan konfirmasi dalam studi selanjutnya.

Tak hanya itu, asupan vitamin E yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan kadar prolaktin yang lebih rendah. Di sisi lain, kadar prolaktin yang lebih tinggi dapat mengganggu ovulasi normal dan siklus menstruasi.

Kesimpulan dari hasil studi menunjukkan bahwa nutrisi makanan tertentu berhubungan dengan penanda utama kesehatan reproduksi pada perempuan dengan infertilitas.

“Asupan vitamin E yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar prolaktin yang lebih rendah dan lingkar pinggul yang lebih kecil, sementara riboflavin dan kalsium dikaitkan dengan persentase massa otot yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan potensi pendekatan nutrisi yang ditargetkan untuk mendukung profil hormonal dan komposisi tubuh yang lebih menguntungkan,” demikian temuan studi, dilansir laman News Medical.

Studi prospektif jangka panjang tetap diperlukan untuk memvalidasi dan menetapkan hubungan antara nutrisi dan kesuburan perempuan. Hasil temuan selanjutnya diharapkan bisa membantu dalam implementasi kebutuhan nutrisi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.