Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Penyelewengan Pakan Satwa Mengerdilkan Cita-cita Konservasi

Penyelewengan Pakan Satwa Mengerdilkan Cita-cita Konservasi

penyelewengan-pakan-satwa-mengerdilkan-cita-cita-konservasi
Penyelewengan Pakan Satwa Mengerdilkan Cita-cita Konservasi
service

Penyalahgunaan anggaran pakan satwa di lembaga konservasi merupakan ancaman langsung yang berisiko menggagalkan tujuan utama perlindungan keanekaragaman hayati. Konservasi ex-situ didirikan dengan semangat untuk menyelamatkan, merawat, dan membiakkan populasi satwa terancam punah demi menjaga keberlanjutan genetik serta mendukung upaya reintroduksi ke habitat alami.

Masalah besar muncul ketika anggaran pakan dipangkas, diselewengkan, hingga dikorupsi seperti yang terjadi baru-baru ini di Kebun Binatang Surabaya. Kejahatan tak bermoral ini justru akan memutus rantai nutrisi satwa dan mengerdilkan cita-cita konservasi.

Penurunan mutu dan volume pakan berakibat mendasar pada degradasi kesehatan fisik dan psikologis satwa, serta secara terang-terangan mematahkan fungsi utama lembaga konservasi sebagai benteng perlindungan spesies.

Upaya konservasi tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar metabolisme tubuh satwa. Saat pakan yang diberikan tidak sesuai dengan standar kebutuhan nutrisi tiap spesies, tujuan jangka panjang seperti pengembangbiakan (breeding) dan pemulihan kesehatan satwa menjadi mustahil dicapai.

“Penyalahgunaan anggaran pakan satwa bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan persoalan moral. Satwa juga merasakan lapar, haus, dan stres. Karena itu, lembaga konservasi harus memiliki pendanaan yang cukup dan berkelanjutan agar kesejahteraan satwa tetap terjamin,” kata dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr Abdul Haris Mustari.

Ketimpangan Nutrisi Mengancaman Keberlanjutan Populasi

Pakan pada lembaga konservasi bukan sekadar pemenuhan rasa lapar. Terdapat instrumen biologis yang dirancang khusus untuk mereplikasi asupan gizi satwa di alam liar.

Penyelidikan terhadap dampak penyalahgunaan anggaran pakan menunjukkan manifestasi klinis yang kompleks, mulai dari defisiensi mikro-nutrisi, gangguan organ dalam, hingga kegagalan reproduksi.

“Jika anggaran pakan bermasalah, maka kualitas maupun kuantitas makanan akan semakin menurun,” imbuh Haris.

Satwa karnivora yang kekurangan pakan daging berkualitas, akan mengalami penurunan massa otot dan penyakit tulang metabolik.

Sementara pada satwa herbivora dan frugivora yang diberi pakan murah berorientasi karbohidrat tinggi, sering kali mengalami gangguan pencernaan akut (bloat) serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

Dampak yang paling merusak terhadap misi konservasi adalah penurunan kesuburan (fertility rate) dan kegagalan reproduksi.

Satwa betina yang mengalami malnutrisi kronis secara biologis akan menghentikan siklus reproduksinya sebagai mekanisme pertahanan tubuh.

Jika terjadi kehamilan, risiko cacat lahir, kematian bayi saat persalinan, atau ketidakmampuan induk menyusui meningkat secara signifikan.

Data pengelolaan satwa menunjukkan, biaya pemeliharaan pakan mencakup 40 hingga 60 persen dari total operasional harian lembaga konservasi.

Saat terjadi pemangkasan tidak sah pada porsi anggaran, ketidakseimbangan gizi langsung berdampak pada peningkatan angka kesakitan (morbidity) hingga 30 persen di dalam fasilitas penangkaran.

Tekanan Fisiologis Pengaruhi Perilaku Satwa di Lembaga Konservasi

Kehidupan satwa dalam fasilitas kurungan seperti kebun binatang sudah memiliki keterbatasan ruang dan ruang gerak alami. Keterbatasan tersebut seharusnya selaras dengan pemenuhan standar kesejahteraan satwa (animal welfare) yang sangat ketat, khususnya prinsip bebas dari rasa lapar dan haus serta bebas dari stres.

Namun, pengurangan kualitas pakan memperberat beban fisiologis dan memicu peningkatan level hormon kortisol yang menandakan stres berat pada satwa.

Dalam kondisi kekurangan pakan atau pakan yang tidak bervariasi, satwa kerap memperlihatkan perilaku stereotipik (stereotypic behavior), yaitu tindakan berulang yang tidak memiliki tujuan jelas, seperti berjalan bolak-balik tanpa henti (pacing), menggigit jeruji kandang, hingga melukai diri sendiri (self-mutilation).

Pada spesies sosial atau predator, kekurangan alokasi pakan menimbulkan peningkatan agresi antar-individu di dalam satu kurungan. Persaingan memperebutkan makanan yang terbatas berujung pada cedera fisik berat bahkan kanibalisme.

Satwa yang hidup dalam tekanan nutrisi jangka panjang kehilangan sifat-sifat alamiahnya. Kondisi fisik yang lemah, gangguan metabolisme, dan kebiasaan bergantung pada pakan kualitas rendah membuat peluang satwa untuk dilepasliarkan (reintroduction) ke alam bebas menjadi tertutup.

Hewan yang berhasil bertahan hidup di lembaga konservasi dengan kondisi malnutrisi tidak akan mampu bersaing, berburu, atau bertahan dari ancaman predator saat dikembalikan ke habitat aslinya.

Maka dari itu, investasi dana dan waktu yang telah dikeluarkan untuk penyelamatan awal satwa malah menjadi sia-sia.

“Satwa hasil penangkaran umumnya juga menghadapi tantangan besar apabila akan dilepasliarkan ke habitat aslinya. Ketergantungan terhadap manusia dalam memperoleh makanan membuat kemampuan beradaptasi dan bersaing dengan satwa liar menjadi rendah,” tandas Haris.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.