Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Tutup Usia di RS Fatmawati

Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Tutup Usia di RS Fatmawati

innalillahi,-ketum-fatayat-nu-margaret-tutup-usia-di-rs-fatmawati
Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Tutup Usia di RS Fatmawati
service

Jakarta, Arina.idKetua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026). Putri dari KH Mohammad Faruq itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Selain memimpin Fatayat NU, almarhumah juga menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kabar duka tersebut dikonfirmasi Pengurus Fatayat NU, Anik Rifqoh.

“Iya benar, Ibu Margaret wafat tadi di RS Fatmawati 1 Maret 2026 pukul 08.25 pagi ini. Mohon doa bagi almarhumah,” kata Anik Rifqoh.

Almarhum meninggalkan suami dan anak. Jenazah akan disemayamkan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dan dimakamkan di Asrama Al Bishri Mamba’ul Ma’arif Jombang.

Liya, sapaan akrabnya merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah binti KH Aziz Bisri bin KH M Bisri Sansuri Jombang Jawa Timur, salah satu pendiri NU yang terkenal ahli fiqih itu. 

Sejak kecil, Liya menempuh pendidikannya di Pesantren Denanyar Jombang (MI-MTs-MAN). Pasca lulus dari MAN, ia mendaftar kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UIN). Lalu, melanjutkan pengembaraan intelektualnya di Pascasarjana Universitas Indonesia (UI). Di kampus ini, ia mengambil Program Studi Kajian Wanita.

Ia turut aktif berbagai organisasi mulai dari Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau Kopri PMII Putri di Rayon Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya (2000-2001), Ketua PMII Komisariat Adab Cabang Surabaya Selatan (2001-2002), pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama Jawa Timur sebagai Anggota Bidang Minat dan Bakat (1999-2001) dan  Bendahara II (2001-2002).

Kemudian didaulat menjadi Sekretaris Umum PP IPPNU (2006-2009) dan berlanjut menjabat sebagai Ketua Umum di organisasi pelajar perempuan NU ini selama tiga tahun, 2009-2012 hingga akhirnya terpilih dalam Konbes Fatayat NU sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU.

Putri kelahiran 11 Mei 1979 ini memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan dan upaya pemberdayaan kaum perempuan dan perlindungan anak. Usai lulus dari kampus, ia bergabung dengan lembaga penelitian perempuan, Women Research Institute (WRI). 

Sejak kuliah di UI, ia aktif melakukan berbagai penelitian mengenai perempuan dan anak, antara lain: Kehidupan Perempuan Pesantren yang Dipoligami serta Dampaknya terhadap Anak-anak; Perempuan yang Bekerja di Salon Spa di Jakarta; Perempuan Penderita HIV; Kebijakan tentang Terminal Tiga (terminal khusus TKI), implementasinya, dan dampaknya terhadap TKW yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga. 

Suka menulis Liya juga menulis beberapa artikel tentang perempuan dan anak. Antara lain Analisa Undang-Undang Ketenagakerjaan kaitannya dengan Perlindungan Maternalitas Buruh Perempuan, di majalah EGALITA, Pusat Studi Gender, UIN Malang, 2012.

Kemudian, artikel berjudul Perempuan Muda Menjadi Pemimpin, Siapa Takut? di majalah Rekanita, PP IPPNU, Jakarta.

Pada Agustus 2008, ia menulis Remaja Putri: Awas, tertular HIV/AIDS di majalah Rekanita, PP IPPNU, Jakarta. Lalu, judul Haruskan Ujian Nasional Dilanjutkan? juga di majalah Rekanita, PP IPPNU, Jakarta, Agustus 2007. 

Liya bahkan menulis beberapa buku terkait perempuan. Antara lain Perempuan Berdaya Nusantara Jaya: Landasan Advokasi Pemberdayaan Perempuan diterbttkan Paramuda Cendekia Muda. Jakarta. 2015. Buku Panduan Amaliah Ramadhan untuk Pelajar Putri kolaborasi dengan Latifatus Sun’iyyah, Litbang PP IPPNU, Jakarta, Agustus 2012. 

Tercatat Liya pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI (membidangi ketenagakerjaan, kesehatan, BKKBN, Badan POM, BNP2TKI) pada 2008-2009. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2010-2014, ia bergabung sebagai Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI (membidangi agama, sosial penanggulangan bencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, BAZNAS). 

Terakhir, ia menjadi Tenaga Ahli Anggota Komisi X DPR RI (membidangi pendidikan dan kebudayaan, Pendidikan Tinggi, Pemuda dan Olahraga, Pariwisata) tahun 2014-2017. Sesekali, Liya mengajar di almamaternya, UI, pada Program Studi Kajian Wanita mengenai Metodologi Feminis dan Pengalaman Penelitian Perempuan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.