Sejak viral di media sosial, wisata Danau Biru di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), banjir pengunjung. Puluhan orang dari dalam dan luar daerah silih berganti datang. Padahal, lokasi itu adalah lubang tambang galian C yang pendulang abaikan sejak lama. Siang itu, Mongabay melihat pengunjung yang duduk bersantai di hamparan pasir putih menikmati matahari terbenam, ada pula yang berenang di sejumlah sudut. Seorang remaja terlihat memandu sembilan orang menyeberang melalui perairan dangkal, setengah berenang menuju gundukan tanah menyerupai pulau kecil. Berjarak sekitar 44 meter. Mungkin mereka tak tahu, tiga hari sebelumnya, remaja laki-laki berinisial L, warga Kecamatan Kertak Hanyar, tenggelam di kubangan yang sama. Wasis Nugraha, Kepala Pelaksana badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, bilang, mereka terima laporan 22 Juni 2026, pukul 15.55 Wita. Dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Saat laporan mereka terima, korban sudah hilang empat jam, belum kembali ke permukaan. “Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjar kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen awal sebelum pencarian dimulai,” tulisnya meneruskan laporan pesan WhatsApp. Arianto, Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, menceritakan, proses pencarian mulai sekitar pukul 17.00 Wita usai seluruh personel melaksanakan briefing. Tim gabungan lalu melakukan penyisiran mulai dari permukaan, dan menyelam di titik yang menjadi lokasi korban tenggelam. Kurun 20 menit, atau pukul 17.20 Wita, tim berhasil menemukan remaja itu setelah menyelam. Posisinya sekitar 10 meter dari tepian danau. “Kedalamannya hanya sekitar 2-3 meter. Kendalanya hanya visibility (jarak pandang) terbatas, karena dasar yang berlumpur,” katanya. Peristiwa itu…This article was originally published on Mongabay
Ironi Lubang Tambang Maut di Kalsel jadi Objek Wisata
Ironi Lubang Tambang Maut di Kalsel jadi Objek Wisata





Comments are closed.