Jakarta, Arina.id—Israel bombardir Beirut dan mengeklaim telah membunuh Komandan Milisi Radwan Hizbullah, Malek Balou.
Serangan Israel itu terjadi, Rabu (6/5/2026) malam waktu setempat, meski kesepakatan gencatan senjata Israel-Hizbullah sudah dilakukan sejak 17 April lalu.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikelola pemerintah melaporkan, pesawat tempur Israel menyerang kawasan Ghobeiri di pinggiran selatan Beirut.
Serangan itu memicu ledakan keras serta menyebabkan kerusakan luas di wilayah yang mayoritas dihuni komunitas Syiah tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan operasi militer itu. Ia mengatakan serangan dilakukan atas instruksinya bersama Menteri Pertahanan Israel Yoav Katz.
“Teroris Radwan bertanggung jawab atas penembakan di permukiman Israel dan melukai tentara Israel. Tidak ada teroris yang kebal tangan panjang Israel akan menangkap setiap musuh dan pembunuh,” ujar Netanyahu dikutip Aljazeera, Kamis (7/5).
Ia menambahkan, Israel akan terus melakukan langkah-langkah militer demi menjamin keamanan warga di wilayah utara negara tersebut.
“Kami berjanji memberikan keamanan kepada warga di wilayah utara. Inilah cara kami melakukannya dan akan terus melakukannya,”katanya.
Hingga kini, Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Israel tersebut.
Serangan Pertama sejak Gencatan Senjata
Serangan ini menjadi yang pertama di wilayah selatan Beirut sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku pada 17 April lalu.
Sejak kesepakatan itu diberlakukan, kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata. Namun, kawasan pinggiran selatan Beirut sebelumnya relatif tidak tersentuh serangan.
Jurnalis Al Jazeera, Obaida Hitto, melaporkan dari Tyre bahwa situasi di Beirut selatan sebelumnya berada dalam kondisi tenang namun tetap waspada sejak dimulainya gencatan senjata.
“Ini adalah serangan pertama di pinggiran selatan ibu kota sejak 9 April,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat semacam kesepakatan tidak tertulis selama masa gencatan senjata, di mana Beirut tidak menjadi sasaran serangan langsung, sementara Israel tetap melakukan operasi di wilayah lain yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya.
Ketegangan Terus Berlanjut
Meski gencatan senjata berlaku, pasukan Israel masih terus melancarkan serangan di wilayah selatan dan timur Lebanon. Pada Rabu, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel.
Serangan di Lembah Bekaa, Lebanon timur, menewaskan empat orang. Militer Israel menyatakan mereka menyerang target-target Hizbullah di wilayah selatan Lebanon setelah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di belasan kota.
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah melancarkan sejumlah operasi terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan, termasuk serangan ke wilayah Israel utara.
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.700 orang, termasuk puluhan korban setelah gencatan senjata 17 April yang dimediasi Amerika Serikat.
Sementara itu, militer Israel menyebut pihaknya kehilangan 17 tentara dan seorang kontraktor sipil selama konflik berlangsung.





Comments are closed.