Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu terhenti di 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang berlangsung di Ningbo Olympic Center, Ningbo, China, Kamis.
Dikutip dari BWF, Jafar/Felisha harus mengakui ketangguhan ganda Korea Selatan Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong lewat rubber gim 21-23, 22-20, 10-21.
Jafar/Felisha mengakui bahwa ganda Korea Selatan ini mempunyai skema pertahanan yang rapat dan sulit ditembus selama pertandingan.
Baca juga: Alwi Farhan menangi duel mental lawan rival lamanya di BAC 2026
Baca juga: Rachel/Febi bangkit setelah kehilangan gim pertama di BAC 2026
Felisha mengatakan rencana yang dipersiapkannya untuk bisa mengantisipasi pertahanan Kim/Jang kurang berjalan mulus karena lawan mengubah skema permainan dengan cepat.
“Rencana awalnya sebenarnya mau bermain menyerang dan lebih sering tanpa lob. Namun, ternyata mereka cepat mengubah permainan. Mereka banyak angkat bola lebih dahulu, tidak mau masuk ke pola kami. Kami jadi kesulitan,” kata Felisha seusai laga, seperti dilaporkan PBSI.
Senada dengan Felisha, Jafar mengakui bahwa pertahanan ganda Korea Selatan ini sangatlah merepotkan karena mampu melakukan beberapa blok dari skema serangannya.
Setelah kegagalan ini, Jafar berharap ke depannya dapat tampil jauh lebih konsisten lagi di sisa turnamen kalender BWF.
“Saya harus bisa bermain lebih konsisten, tidak banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Juga harus menambah kekuatan apalagi dengan kondisi bola yang lambat seperti di sini,” kata Jafar.
Berstatus sebagai unggulan ketujuh di turnamen ini, tetapi performa Jafar/Felisha masih belum bisa menampilkan permainan yang jauh dari harapan.
“Kami bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar. Memang hasilnya kalah padahal kesempatan menang sebenarnya cukup besar,” tutur Felisha.
Baca juga: Ubed petik pelajaran dari mental pantang menyerah Watanabe
Baca juga: Raymond/Joaquin akui kehebatan drive pasangan Korea
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.