Jakarta, Arina.id — Jerman mencatat sekitar 14 ribu kematian terkait gelombang panas pada musim panas tahun ini ketika Eropa dilanda serangkaian gelombang panas ekstrem. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2018, berdasarkan data resmi yang dirilis Kamis (20/8/2026).
Menurut Robert Koch Institute (RKI), sekitar 9.600 kematian terjadi hanya dalam satu pekan pada akhir Juni 2026, ketika suhu di sejumlah wilayah Jerman melonjak hingga lebih dari 40 derajat Celsius.
Otoritas kesehatan masyarakat Jerman itu menyebut kelompok usia lebih dari 75 tahun menjadi kelompok yang menyumbang proporsi terbesar dalam kematian terkait panas.
“Dalam beberapa kasus—seperti sengatan panas—paparan panas menyebabkan kematian secara langsung. Namun, dalam sebagian besar kasus, kematian terjadi akibat kombinasi paparan panas dan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya,” demikian laporan RKI dikutip dari channelstv.com.
RKI menjelaskan bahwa panas biasanya tidak tercantum sebagai penyebab utama kematian dalam sertifikat kematian. Karena itu, diperlukan metode statistik untuk memperkirakan jumlah kematian yang berkaitan dengan paparan suhu ekstrem.
Data tersebut menunjukkan dampak serius gelombang panas terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi kesehatan sebelumnya.
Melampaui Rekor Kematian 2018
Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, jumlah kematian akibat panas di Jerman pada 2026 menunjukkan peningkatan tajam.
RKI mencatat sekitar 8.900 kematian terkait panas pada 2018. Sementara itu, pada sejumlah tahun lain, seperti 2016, jumlah kematian akibat panas berada di kisaran 2.000 orang atau kurang.
Menurut RKI, perbedaan jumlah kematian tersebut berkaitan dengan tingkat keparahan gelombang panas yang terjadi setiap tahun.
“Perbedaan ini dapat dikaitkan dengan tingkat keparahan gelombang panas yang bervariasi,” sebut RKI.
Gelombang panas ekstrem menjadi salah satu ancaman kesehatan yang semakin mendapat perhatian di Eropa. Suhu yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi lansia dan kelompok rentan.
Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa dampak gelombang panas tidak hanya dapat diukur melalui catatan kasus sengatan panas secara langsung. Suhu ekstrem dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan yang sudah dialami seseorang sehingga meningkatkan risiko kematian.
Dengan tercatatnya sekitar 14.000 kematian terkait panas pada musim panas 2026, Jerman menghadapi salah satu dampak kesehatan paling serius dari gelombang panas dalam beberapa tahun terakhir.



Comments are closed.