Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas yang beresiko cedera
Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menyebut bahwa keputusan mundur dari Daihatsu Indonenesia Masters 2026 didasrkan data performa pada tahun lalu.
Jojo, sapaan akrabnya, membeberkan bahwa dianalisa dari performanya pada musim lalu yang mengikuti turnamen tiga kali berturut-turut sangatlah berpengaruh dalam kondisi fisik setelahnya.
“Pengalaman tahun lalu saat bertanding tiga turnamen beruntun cukup berpengaruh pada kondisi setelahnya jadi saya harus menghindari hal-hal seperti itu,” kata Jojo dikutip dari PBSI, Senin.
Jojo memutuskan untuk mundur dari gelaran turnamen BWF kelas super 500 ini setelah mengikuti serangkaian turnamen Malaysia Open 2026 dan India Open 2026.
Keputusan untuk mundur ini didasarkan pada kondisi fisik Jojo yang merasa tidak ingin memaksakan diri lalu lebih fokus dalam istirahat dan pemulihan stamina pasca mengikuti India Open 2026.
Baca juga: Jojo putuskan mundur dari Indonesia Masters 2026
“Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas yang beresiko cedera,” ungkap Jojo.
Finalis India Open 2026 ini mengaku bahwa sangat berat mengambil keputusan untuk mundur lantaran Indonesia Masters 2026 merupakan salah satu turnamen yang diselenggarakan di hadapan pendukung sendiri.
“Tapi kembali lagi saya tetap harus mendengarkan tubuh dan pikiran saya yang memang sudah dipakai maksimal dalam dua minggu ke belakang,” ungkap Jojo.
Jojo yang menjadi unggulan ketiga di turnamen kali ini dijadwalkan untuk bersua tunggal India Ayush Shetty pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Namun dengan keputusan pengunduran diri ini membuat slot Jojo kini kosong. Hingga kini belum ada keterangan resmi PBSI mengenai detail pengunduran diri dari Jojo.
Baca juga: Jojo berharap terhindar dari cedera jadi resolusinya tahun 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.