Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Jonatan akui gagal kunci gim pertama jadi titik balik kekalahan

Jonatan akui gagal kunci gim pertama jadi titik balik kekalahan

jonatan-akui-gagal-kunci-gim-pertama-jadi-titik-balik-kekalahan
Jonatan akui gagal kunci gim pertama jadi titik balik kekalahan
service

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengakui kegagalannya mengunci gim pertama menjadi titik krusial yang berujung pada kekalahan dari wakil India Ayush Shetty pada perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China, Jumat.

Unggulan ketiga itu harus mengakui keunggulan Ayush Shetty dua gim langsung 21-23, 17-21, meski sempat berada di atas angin pada gim pembuka.

“Memang sangat disayangkan tadi di gim pertama sudah unggul 20 duluan tapi tidak bisa finis. Itu sangat krusial,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.

Jonatan mengungkapkan, selain kehilangan momentum di poin-poin akhir gim pertama, dirinya juga terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan terlambat untuk bangkit dari tekanan permainan lawan.

“Namanya pertandingan, kadang ada hari-harinya di mana kita melakukan kesalahan, tapi tadi kurang cepat untuk bangkitnya,” kata dia.

Ia juga mengakui keunggulan fisik dan pola permainan lawan yang dinilai menyulitkan, terutama saat reli-reli depan dan momentum serangan.

“Dia pemain yang cukup tinggi, hampir mirip sama Viktor Axelsen, dan masih muda. Serangannya cukup baik, terutama saat dia sudah dapat posisi untuk menyerang,” ujar Jonatan.

Meski telah mempelajari permainan lawan dari pertandingan sebelumnya, Jonatan menilai eksekusi di lapangan belum berjalan maksimal, terutama setelah kehilangan gim pertama yang berdampak pada kepercayaan diri di gim kedua.

“Di gim kedua terlihat dia lebih berani cara bermainnya dan saya rasa perlu dipelajari lagi,” kata Jonatan.

Kekalahan Jonatan sekaligus mengakhiri perjalanan tunggal putra Indonesia di BAC 2026.

Baca juga: Alwi Farhan petik pelajaran berharga usai dihentikan Kodai Naraoka

Baca juga: Ubed petik pelajaran dari mental pantang menyerah Watanabe

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.